Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman Bom ke SD di Jakarta Selatan
Polisi menyatakan telah mengantongi identitas pihak yang diduga mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta...
Read more
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menggali lebih jauh dugaan pertemuan antara Tauhid Hamdi, mantan Bendahara Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), dengan Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Pertemuan ini diduga terkait keputusan pembagian kuota tambahan haji tahun 2024 yang memicu kontroversi.
Penyidik KPK ingin mengetahui dengan pasti kapan pertemuan itu terjadi — apakah sebelum munculnya Surat Keputusan (SK) pembagian kuota tambahan, ataupun setelahnya. Ini krusial karena bisa menunjukkan apakah pembahasan rancangan kebijakan dilakukan secara legal atau setelah keputusan resmi.
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa dugaan pembicaraan itu patut didalami: “Kami menduga ada pembicaraan sebelum atau setelah SK diterbitkan. Itu yang kita dalami.”
Dalam pemeriksaan terbaru, Tauhid Hamdi diperiksa kembali sebagai saksi dalam penyidikan kuota haji. Ini merupakan kali kedua ia diperiksa dalam kasus yang sama.
Sebelumnya, ia telah menjalani pemeriksaan yang berlangsung hingga delapan jam, membahas tugas, fungsi, dan kebijakan pembagian kuota saat ia menjabat sebagai bendahara Amphuri.
Kasus ini bermula dari tambahan 20.000 kuota haji yang diberikan Indonesia. Kontroversi muncul ketika pembagian kuota tambahan diatur 50:50 antara kuota reguler dan kuota khusus — meskipun menurut undang-undang, kuota khusus maksimal 8% dari total kuota.
KPK menduga bahwa beberapa asosiasi travel haji mulai menjalin komunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengenai pembagian kuota tersebut. Dugaan tersebut kian kuat apabila pertemuan antara Tauhid dan Yaqut terbukti terjadi sebelum SK diformalkan.
Selain memeriksa Tauhid, KPK juga sudah memanggil Yaqut Cholil sebagai saksi dalam kasus ini.
Sumber di media juga menyebutkan bahwa lembaga antirasuah telah mencegah beberapa pihak terkait kasus dari bepergian ke luar negeri, termasuk Yaqut dan mantan stafsusnya.
Dalam penyelidikan ini, KPK menyebut bahwa bukti-bukti pertemuan akan diuji dengan data dokumen, kesaksian saksi lain, dan konfirmasi terhadap agenda pertemuan yang dimaksud. Selain “apakah ada pertemuan,” pertanyaan penting lain adalah: apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu?
Proses verifikasi ini penting agar tuduhan hanya mendasar pada dugaan tidak berdasar, melainkan didukung fakta.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan. Suasana...
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola. Duel...