Pada Selasa sore, 8 Juli 2025, kereta cepat Whoosh rute Tegalluar–Halim mendadak berhenti di sekitar Kilometer 123+900 wilayah Cigondewah, Kota Bandung. Siapa sangka, penyebabnya adalah sepotong layang-layang yang nyangkut di kabel listrik atas (Listrik Aliran Atas/OCS). Insiden ini viral setelah muncul video di media sosial.
Kerusakan baru terdeteksi pukul 16.13 WIB berkat sensor canggih yang dipasang sepanjang jalur rel. Tak lama kemudian, tepatnya pukul 16.31 WIB, listrik dimatikan dahulu agar petugas bisa turun langsung melepas layang-layang itu secara manual. Hanya dalam 6 menit, yaitu tepat pukul 16.37 WIB, semuanya kembali normal dan kereta bisa melanjutkan perjalanan.
Manajer Corporate Secretary KCIC, Emir Monte, memastikan bahwa langkah ini dilakukan demi keselamatan penumpang. KCIC juga beri tahu bahwa jadwal perjalanan lain tidak terganggu. Mereka bahkan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh penumpang.
Ternyata ini bukan pertama kali—KCIC mencatat sejak awal 2025 sudah ada 32 hingga 50 gangguan akibat benang atau layang-layang menyangkut di sistem kabel atau pantograf kereta. Itu artinya, kejadian ini sekali-lagi menyoroti pentingnya kewaspadaan publik terhadap jalur transportasi canggih.
KCIC dan pihak keamanan kini rutin melakukan patroli dan edukasi ke warga di sekitar jalur. Intinya, jangan main layang-layang dekat rel—apalagi dalam radius 500 meter. Soalnya risiko bukan sekadar gangguan, tapi bisa menimbulkan kecelakaan serius.
Video kereta Whoosh berhenti mendadak karena layang-layang viral hingga akun TikTok dan platform lainnya ramai dibicarakan. Ada yang sampai menunjukkan keterlambatan hingga 50 menit karena insiden ini, meski yang terdeteksi melalui sumber KCIC hanya gangguan singkat beberapa menit saja.