Tragis di Ponpes Wonogiri, Santri Meninggal Diduga Usai Kekerasan di Kelas

Santri 11 tahun di Wonogiri meninggal diduga akibat kekerasan di kelas. Polisi tetapkan satu anak sebagai ABH dan lakukan ekshumasi.

Santri 11 tahun di Wonogiri meninggal diduga akibat kekerasan di kelas

Kasus meninggalnya seorang santri berinisial DRP 11 tahun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mengundang perhatian publik. Korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan di lingkungan pendidikan pondok pesantren di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto.

Peristiwa ini terungkap setelah orang tua korban yang pulang dari perantauan merasa curiga atas kondisi jenazah anaknya. Kecurigaan tersebut kemudian berujung pada laporan resmi ke polisi dan permintaan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian.

Menurut Iptu Agung Sedewo selaku Kasat Reskrim Polres Wonogiri, pihaknya telah menetapkan satu anak berinisial R 11 tahun sebagai anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH.

“Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan kami, saat ini kami menetapkan satu orang anak sebagai pelaku, dengan inisial R 11,” kata Agung kepada awak media di Mapolres Wonogiri, Rabu 18 Februari.

Ia menjelaskan bahwa kasus ini dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2019 atau Pasal 468 ayat 2 KUHP jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman bagi pelaku yang masih di bawah 12 tahun berupa pembinaan.

Kronologi Dugaan Kekerasan di Kelas

Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa bermula saat korban dan terduga pelaku bercanda di kelas pada Sabtu 14 Februari. Candaan tersebut berubah menjadi saling mengejek hingga akhirnya berujung perkelahian.

Menurut Agung, kejadian berlangsung saat kelas dalam kondisi tanpa pengawasan guru. Peristiwa itu hanya disaksikan oleh teman sekelas korban. Keterangan tersebut diperkuat oleh tiga saksi yang merupakan siswa di kelas yang sama.

“Mereka berantem, ada beberapa kekerasan yang mengakibatkan luka yang cukup fatal. Korban dibanting, kemudian dicekik. Di kelas pada hari Sabtu. Masalahnya ejek-ejekan, awalnya dijodoh-jodohkan dengan temannya, lalu tidak terima,” ujar Agung.

Setelah kejadian, korban sempat mengeluhkan pusing dan nyeri di bagian belakang kepala kepada temannya. Ia juga dilaporkan beberapa kali muntah di tempat wudu dan kamar mandi.

Karena kondisi korban semakin memburuk, pengurus pondok pesantren membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Dibawa ke faskes, meninggal di perjalanan. Sesampainya di rumah sakit sudah tidak ada,” jelas Agung.

Sementara itu, menurut AKP Anom Prabowo selaku Kasi Humas Polres Wonogiri, korban sempat dimakamkan pada Sabtu malam atas kesepakatan keluarga. Namun keesokan harinya, ayah korban yang baru tiba dari perantauan mendapat informasi bahwa sebelum dimakamkan jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut serta terdapat bercak darah pada peti jenazah.

“Dari keterangan keluarga, korban dimakamkan pada Sabtu malam atas kesepakatan keluarga. Namun setelah ayah korban tiba dari perantauan pada Minggu pagi, ia memperoleh informasi bahwa sebelum dimakamkan jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut serta terdapat bercak darah pada peti jenazah,” kata Anom dalam siaran pers.

Merasa ada hal yang janggal, keluarga kemudian melapor ke polisi pada Minggu 15 Februari. Berdasarkan data dari kepolisian, ekshumasi dilakukan pada Selasa 17 Februari di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto.

Proses ekshumasi melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Tengah, Tim Inafis Polres Wonogiri, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah yang dipimpin dr Dian Novitasari. Turut hadir unsur Forkopimcam Bulukerto, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan setempat.

Anom menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan prosesnya kepada kepolisian. Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED