Asmara Gen Z Love Fest Jadi Ajang Temu Penggemar dan Pemeran Sinetron Populer
Para penggemar sinetron Asmara Gen Z akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu langsung dengan para pemeran favorit mereka dalam acara...
Read more
Polisi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menangkap pasangan muda yang tega mengakhiri hidup bayi mereka sendiri. Kedua pelaku diketahui sebagai Muhammad Ribqi Robani (20) dan Rohimah Dewi Layila (21), yang melakban mulut bayi mereka hingga tewas tak lama setelah dilahirkan.
Berdasarkan laporan Polres Karawang, jasad bayi laki-laki itu ditemukan warga di pinggir jalan dekat area persawahan Kampung Kalenkupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, pada Sabtu malam (25/10/2025). Penemuan tersebut membuat warga geger karena kondisi bayi sangat mengenaskan.
Menurut Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan, penemuan mayat bayi berawal dari kecurigaan warga yang melihat sebuah tas ransel tergeletak di pinggir jalan.
“Setelah curiga, warga memanggil RT dan beberapa orang lain untuk memeriksa isi tas tersebut. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdapat jasad bayi dengan kondisi mulut dilakban,” kata Wildan.
Bayi tersebut ditemukan masih memiliki tali pusar yang menempel, tubuh membiru, dan diduga meninggal karena kekurangan oksigen akibat lakban yang menutupi mulutnya. Polisi segera mengevakuasi jasad bayi ke rumah sakit untuk autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi dua pelaku yang merupakan orang tua kandung bayi tersebut.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Dari keterangan saksi dan alat bukti, petunjuk mengarah pada dua pelaku yang merupakan orang tua bayi,” ujar Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah.
Keduanya kemudian ditangkap dan mengakui perbuatannya. Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa Ribqi dan Rohimah belum menikah dan membunuh bayi itu untuk menutupi hubungan tidak sah di luar pernikahan.
“Motifnya karena pelaku ini berpacaran dan berhubungan badan tanpa ikatan pernikahan. Mereka malu terhadap lingkungan dan ingin menyembunyikan aib, sehingga timbul niat membunuh bayi yang dilahirkan,” jelas Fiki.
Rohimah diketahui melahirkan bayi tersebut di rumahnya dengan bantuan Ribqi. Namun, alih-alih merawat sang bayi, keduanya justru melakukan tindakan keji.
“Setelah proses persalinan selesai, mereka menutup mulut bayi dengan lakban hingga bayi tidak dapat bernapas dan meninggal dunia,” tambah Fiki.
Usai memastikan bayinya tak bernyawa, keduanya membungkus tubuh bayi dengan kain jarit batik berwarna biru, kemudian memasukkannya ke dalam tas jinjing merah, dan disimpan lagi di dalam tas ransel hitam sebelum dibuang di pinggir jalan dekat sawah.

Ransel yang menjadi tempat ditemukannya jasad bayi dengan mulut tertutup lakban di Karawang (Foto: Detik)
Polisi kini telah menahan keduanya dan akan menjerat dengan pasal pembunuhan berencana. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi berkas perkara.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak melakukan hubungan di luar nikah yang berujung pada tindakan kriminal. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui tanda-tanda kelahiran atau pembuangan bayi yang mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.
Referensi: DetikNews
Referensi tambahan: DetikJabar
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Para penggemar sinetron Asmara Gen Z akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu langsung dengan para pemeran favorit mereka dalam acara...
Persaingan antara Atletico Madrid dan Barcelona kembali memanas. Kali ini, ketegangan muncul bukan di atas lapangan, melainkan melalui perang sindiran...