Discord Perketat Keamanan, Verifikasi Usia dengan Scan Wajah Berlaku Global
Platform komunikasi digital Discord bakal menerapkan sistem verifikasi usia berbasis pemindaian wajah atau kartu identitas mulai awal Maret mendatang. Kebijakan...
Read more
Aplikasi kencan daring Tinder kini tengah mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghadapi penurunan jumlah pengguna berbayar. Langkah ini diambil sebagai strategi Match Group, perusahaan induk Tinder, untuk mengembalikan popularitas platform dan memperkuat pengalaman pengguna di masa depan.
Menurut laporan resmi perusahaan kepada investor, Tinder memperkenalkan fitur baru berbasis AI bernama “Chemistry”. Fitur ini saat ini sedang diuji coba di Selandia Baru dan Australia, dan direncanakan akan menjadi bagian utama dari pengalaman pengguna Tinder pada tahun 2026.
CEO Match Group, Spencer Rascoff, menyebutkan bahwa Chemistry diciptakan untuk “menghidupkan kembali pengalaman kencan online” dengan memahami kepribadian pengguna secara lebih mendalam. Fitur ini menggunakan pendekatan analisis gambar dan data pribadi untuk menilai gaya hidup, minat, serta kebiasaan seseorang.
Berdasarkan laporan dari Techspot, AI dalam Chemistry dapat mengakses foto pengguna di galeri ponsel (Camera Roll) guna mempelajari karakter dan preferensi individu. Tinder kemudian menampilkan serangkaian pertanyaan interaktif yang dirancang untuk membantu sistem mengenali kepribadian pengguna dan menciptakan kecocokan yang lebih bermakna dengan calon pasangan.
Meski begitu, perusahaan menegaskan bahwa pengguna harus memberikan izin terlebih dahulu sebelum fitur AI dapat mengakses foto pribadi. Tinder juga menekankan bahwa langkah ini bertujuan menjaga privasi serta mencegah teknologi terasa terlalu invasif atau mengganggu ruang pribadi pengguna.
Selain Chemistry, Tinder juga mulai memperluas penggunaan AI generatif di berbagai aspek layanannya. Salah satu inovasi menarik adalah penerapan model bahasa besar (LLM) yang mampu memperingatkan pengguna ketika mereka hendak mengirim pesan yang berpotensi ofensif kepada lawan bicara.
Menurut data keuangan kuartal ketiga Match Group, pendapatan Tinder tercatat turun 3 persen secara tahunan, dan jumlah pengguna berbayar turun hingga 7 persen. Namun secara keseluruhan, pendapatan induk perusahaan masih naik 2 persen menjadi USD 914,2 juta (sekitar Rp 14,8 triliun). Sebagian dana, sekitar USD 14 juta (Rp 227 miliar), dialokasikan untuk pengembangan dan pengujian fitur AI baru pada kuartal berikutnya.
Selain fitur AI, Tinder juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan tradisional, seperti mode kencan baru, fitur pengenalan wajah, serta desain ulang profil pengguna agar lebih menarik dan interaktif.
Langkah ini menandai perubahan strategi Tinder yang kini mengikuti jejak perusahaan teknologi besar seperti Meta, yang juga mengembangkan AI untuk Facebook Dating. Namun, sejumlah analis menilai bahwa tantangan terbesar Tinder bukan hanya teknologi, melainkan pergeseran perilaku sosial dan ekonomi di kalangan pengguna muda yang kini lebih selektif dalam membayar layanan premium.
Dengan kehadiran Chemistry dan sederet fitur AI lainnya, Tinder berupaya menjadikan pengalaman kencan digital lebih personal, aman, dan relevan bagi generasi modern.
Referensi: Detik Inet
Referensi tambahan: Techspot
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...