Terbongkar Penyebab Mobil MBG Terobos SD Kalibaru dan Lukai Puluhan Orang

Polisi mengungkap penyebab mobil MBG masuk ke SD Kalibaru dan menabrak siswa. Sopir panik, salah injak pedal, dan kurang istirahat. (Foto: TikTok Info Cilincing)

Polisi mengungkap penyebab mobil MBG masuk ke SD Kalibaru dan menabrak siswa

Polisi mengungkap penyebab insiden mobil pengantar Makan Bergizi Gratis atau MBG yang masuk ke area SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, hingga menabrak guru dan sejumlah siswa. Sopir mobil berinisial AI kini telah ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai saat mengemudikan kendaraan.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ongkoseno Grandiarso Sukahar, peristiwa tersebut dipicu oleh kepanikan sopir yang salah menginjak pedal saat hendak menghentikan kendaraan. “Harusnya dia menginjak rem pada saat mau berhenti, tapi dia salah, malah menginjak pedal gas,” kata Ongkoseno, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Kesalahan tersebut membuat mobil melaju tak terkendali dan mengarah ke dalam lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan analisis kepolisian, AI sempat berusaha menghindari kerumunan warga di jalan sebelum akhirnya membelokkan mobil ke kiri menuju area sekolah.

Panik, Salah Injak Gas, dan Kurang Istirahat

Ongkoseno menjelaskan, kepanikan membuat sopir kehilangan kendali atas kendaraannya. “Karena panik, dia akhirnya tidak bisa mengontrol lagi dan berusaha membelokkan mobil ke kiri untuk menghindari orang-orang di depan,” ujarnya.

Namun, keputusan tersebut justru membuat mobil menerobos pagar SDN Kalibaru 01 Pagi dan menabrak guru serta sejumlah murid yang sedang mengikuti kegiatan literasi di lapangan sekolah. Akibat insiden tersebut, total 22 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan data dari kepolisian lalu lintas, kecepatan mobil saat kejadian tergolong rendah. Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara AKP Danu Sukmo Prakoso menyebut kendaraan melaju sekitar 19 kilometer per jam. “Hasil Traffic Accident Analysis menunjukkan kecepatan kendaraan sekitar 19,7 kilometer per jam,” kata Danu.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat jejak pengereman di lokasi kejadian. Menurut Danu, sopir telah berupaya mengerem hingga kendaraan berhenti di titik tabrakan.

Selain faktor kepanikan, polisi menemukan unsur kelelahan pada diri tersangka. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz menjelaskan bahwa AI baru tidur sekitar pukul 04.00 WIB dan mulai mengemudi pada pukul 05.30 WIB. “Waktu istirahatnya sangat kurang, sehingga pada saat kejadian tersangka berada dalam kondisi yang tidak layak untuk mengemudikan kendaraan,” kata Erick, Kapolres Metro Jakarta Utara.

Erick menegaskan, hasil tes urine dan tes alkohol terhadap AI menunjukkan hasil negatif. Dengan demikian, faktor utama yang dinilai menyebabkan kecelakaan adalah kelalaian akibat kelelahan dan kesalahan menginjak pedal.

Polisi juga memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Perhubungan Jakarta Utara, sistem pengereman mobil berfungsi normal tanpa ditemukan kerusakan maupun kebocoran. Hal tersebut menegaskan bahwa insiden murni disebabkan oleh kesalahan pengemudi, bukan faktor teknis kendaraan.

Referensi: Detik News

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉

Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED