Laptop Lama Terasa Lambat? Simak Cara Praktis Mengembalikan Performa Laptop
Performa laptop biasanya akan menurun seiring bertambahnya usia pemakaian. Laptop yang sebelumnya terasa cepat dan responsif bisa menjadi lambat, bahkan...
Read more
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI kini merambah perangkat medis, termasuk alat bantu dengar. Inovasi terbaru ini diperkenalkan Soundlife Hearing Center dalam acara bertajuk Hear Well, Live Well yang digelar di Mall Epicentrum Offices, Jakarta Selatan.
Dalam acara tersebut, Soundlife memperkenalkan ReSound Vivia, alat bantu dengar AI medical grade yang diklaim sebagai salah satu yang terkecil di dunia. Peluncuran ini menjadi bagian dari kampanye peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini, terutama di tengah lingkungan yang semakin bising.
Menurut keterangan resmi yang diterima dari penyelenggara, gangguan pendengaran tidak hanya dialami lansia, tetapi juga dapat terjadi pada usia produktif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup, komunikasi, hingga interaksi sosial seseorang.
Prof. Dr. Suwandhi Widjaja, Sp.PD, Ph.D, FINASIM menegaskan bahwa fungsi pendengaran memiliki peran penting dalam proses penuaan yang sehat. “Kita tetap bisa menua dengan bahagia melakukan hal-hal yang kita cintai, berkomunikasi dengan nyaman, dan menikmati hidup dengan penuh makna, yang semuanya bergantung pada pendengaran yang baik,” kata Prof. Suwandhi Widjaja.
Teknologi AI pada alat bantu dengar terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mendengar yang lebih natural melalui pendekatan organic hearing. Dengan dukungan kecerdasan buatan, perangkat mampu menyaring suara lebih cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar.
Menurut Pauline Suwandhi, MD, MRCP UK, gangguan pendengaran berkaitan dengan peningkatan risiko depresi serta risiko jatuh pada lansia. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI membantu karena perangkat dapat beradaptasi secara dinamis terhadap kebisingan dan perubahan situasi.
Selain ReSound Vivia, perusahaan juga meluncurkan ReSound Enzo IA, alat bantu dengar rechargeable berukuran kecil yang dirancang untuk penderita gangguan pendengaran berat. Tersedia pula perangkat tipe RIC yang lebih terjangkau dengan dukungan Bluetooth Auracast, sehingga pengguna dapat terhubung langsung dengan perangkat audio lain secara nirkabel.
Wesley Hsu, M.Sc. Audiology menambahkan bahwa pengguna alat bantu dengar, khususnya pemakai pertama, umumnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Karena itu, pendampingan profesional dinilai sangat penting agar proses adaptasi berjalan optimal.
Saat ini, Soundlife menyediakan lebih dari 200 pilihan alat bantu dengar dan sekitar 50 jenis pelindung pendengaran. Untuk memperluas akses, tersedia program cicilan hingga 24 bulan dengan bunga mulai 0 persen.
CEO Soundlife, IM Chen, menegaskan bahwa layanan menjadi fokus utama perusahaan. Fasilitas yang diberikan meliputi uji coba bebas risiko selama 10 hari, garansi hingga tiga tahun, servis rutin setiap 3-4 bulan, serta pemeriksaan ulang pendengaran tahunan.
Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi AI tidak hanya hadir di ponsel atau komputer, tetapi juga berperan besar dalam perangkat medis yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Referensi:
detikINET
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Dunia hiburan Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama enam tahun. Kabar wafatnya...
Kebersihan perangkat rumah tangga sering kali kurang diperhatikan, termasuk mesin cuci. Banyak orang menganggap alat ini tidak perlu dibersihkan karena...