PSSI Buka Suara soal Elkan Baggott yang Lama Absen dari Timnas Indonesia
Hubungan antara bek Elkan Baggott dan Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Hal ini terjadi setelah pemain yang kini berkarier...
Read more![_mg_5910-1jpg-20260208073827[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2026/02/mg_5910-1jpg-202602080738271.jpg)
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, memberikan tanggapannya terkait semakin banyaknya pemain naturalisasi yang kini berkiprah di Super League. Menurutnya, keputusan para pemain untuk bermain di kompetisi domestik bukanlah hal yang perlu dipersoalkan.
“Ya, tidak masalah. Yang penting masing-masing pemain berusaha keras di tim masing-masing,” kata Shin Tae Yong dalam sebuah kegiatan sepak bola di Jakarta pada Jumat 20 Februari, seperti dikutip dari detikSport.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus utama bukan pada di mana pemain berkarier, melainkan bagaimana mereka menjaga performa, disiplin, dan profesionalisme.
Shin Tae Yong dikenal sebagai salah satu sosok yang mendorong program naturalisasi pemain saat masih menangani Timnas Indonesia. Program tersebut berjalan ketika PSSI masih dipimpin oleh Mochamad Iriawan.
Beberapa nama awal yang diajukan untuk dinaturalisasi antara lain Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama. Dari tiga pemain tersebut, dua di antaranya kini telah merasakan atmosfer Super League.
Selain mereka, terdapat sejumlah pemain naturalisasi lain yang juga tampil di kompetisi nasional, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, Ivar Jenner, Jens Raven, dan Dion Markx.
Berdasarkan laporan dari detikSport, setidaknya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan para pemain tersebut berkarier di Indonesia.
Pertama, faktor usia dan tawaran klub. Kondisi ini disebut dialami oleh Jordi Amat, yang mempertimbangkan aspek karier jangka panjang.
Kedua, kebutuhan akan menit bermain reguler. Situasi ini dirasakan pemain muda seperti Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Mauro Zijlstra. Bagi pemain dalam fase perkembangan, jam terbang menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan menjaga peluang dipanggil tim nasional.
Ketiga, ambisi klub yang ingin berprestasi di level nasional maupun kontinental. Thom Haye dan Eliano Reijnders, misalnya, memilih bergabung dengan Persib karena adanya kesempatan tampil di Liga Champions Asia.
Meski begitu, Shin Tae Yong mengingatkan bahwa bermain di dalam negeri tetap membutuhkan komitmen tinggi. Tanpa kerja keras, dedikasi, dan tekad kuat, kesempatan tampil reguler tidak akan datang begitu saja.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa bagi STY, kompetisi domestik bisa menjadi pilihan strategis selama pemain tetap menjaga standar profesionalnya. Fokus pada performa dan konsistensi dianggap lebih penting dibanding sekadar lokasi kompetisi.
Keputusan pemain naturalisasi untuk bermain di Super League pun dinilai sebagai bagian dari dinamika karier profesional. Selama mereka terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal, langkah tersebut tetap sejalan dengan kepentingan Timnas Indonesia.
Referensi:
detikSport
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Dunia hiburan Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama enam tahun. Kabar wafatnya...
Kebersihan perangkat rumah tangga sering kali kurang diperhatikan, termasuk mesin cuci. Banyak orang menganggap alat ini tidak perlu dibersihkan karena...