FIFA Umumkan Game Sepakbola Terbaru Rilis Eksklusif di Netflix
Pengumuman ini menandai langkah baru FIFA dalam industri game, sekaligus mengakhiri era panjang kerja sama dengan publisher game ternama sebelumnya....
Read more
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mengambil langkah konkret untuk menekan angka adiksi game pada anak dengan menghadirkan layanan Digital Addiction Response Assistance atau DARA. Platform ini dirancang sebagai ruang konsultasi online yang aman dan privat bagi anak maupun keluarga yang menghadapi persoalan kecanduan digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa DARA lahir dari keresahan para orang tua terhadap perubahan perilaku anak akibat kecanduan game. Menurut Meutya Hafid, pemerintah tetap mendukung industri game sebagai bagian dari ekosistem digital nasional.
“Kalau dulu kita senang anak-anak kita belajar melalui game, melalui permainan yang membuat anak-anak tentu menjadi kreatif. Sampai hari ini pun kita meyakini bahwa game membantu kita sebagai manusia menjadi kreatif karena itu Komdigi dari awal harus men-disclaimer bahwa kami tetap pendukung industri game,” kata Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap industri game harus berjalan seiring dengan perlindungan anak dari dampak negatifnya. Salah satu dampak yang menjadi perhatian utama adalah kecanduan game yang memengaruhi produktivitas dan kesehatan mental anak.
“Di antaranya adiksi. Anak-anak itu tidak mudah-mudah sulit atau sulit-sulit mudah untuk memberikan batasan ketika bermain game, terutama karena sebelumnya negara kita termasuk salah satu yang paling bebas,” ujar Meutya Hafid.
Menurut Meutya Hafid, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan jumlah pemain game terbesar, bahkan menempati posisi keempat di dunia. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi Komdigi untuk menghadirkan platform konsultasi online yang dapat diakses secara luas.
Melalui DARA, anak-anak yang mengalami kecanduan game dapat mencari bantuan secara mandiri. Layanan ini juga terbuka bagi orang tua yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi persoalan adiksi digital di rumah.
“Kami yakini nanti mungkin ada karya anak muda lainnya. Jadi, tidak tertutup ini sebagai pioner saja, tentu akan senang sekali jika ada karya-karya anak muda lainnya yang memang membantu anak-anak kita keluar dari permasalahan yang terkait dengan kesehatan mental, khususnya akibat kecanduan game,” ungkap Meutya.
DARA melengkapi kebijakan sebelumnya, yakni Indonesia Game Rating System atau IGRS, sistem penilaian konten game yang telah diperkenalkan pemerintah pada tahun sebelumnya. Jika IGRS berfungsi sebagai panduan klasifikasi konten, maka DARA berperan sebagai layanan intervensi dan pendampingan.
“Pemerintah harus hadir di antaranya adalah memberikan layanan terhadap mereka yang terkena adiksi game, sehingga kita harapkan dengan layanan ini, anak-anak bisa datang dengan sendirinya untuk mencari pertolongan atau bantuan terhadap adiksi mereka terhadap game,” pungkas Menkomdigi.
Kehadiran DARA menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat literasi digital sekaligus menjaga keseimbangan antara perkembangan industri game dan perlindungan kesehatan mental anak di era transformasi digital.
Referensi:
DetikInet
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Game Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia game — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Lonjakan kasus gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar menjadi perhatian serius. Berdasarkan data pemeriksaan terhadap lebih dari 148 ribu siswa...
Air mata kerap dianggap sebagai simbol kelemahan. Seseorang yang mudah menangis sering langsung dicap tidak mampu mengendalikan emosi. Padahal, dari...