Asmara Gen Z Love Fest Jadi Ajang Temu Penggemar dan Pemeran Sinetron Populer
Para penggemar sinetron Asmara Gen Z akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu langsung dengan para pemeran favorit mereka dalam acara...
Read more
Akhir pekan lalu, kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu menjerat publik dalam kebingungan. Lima jenazah ditemukan terkubur di halaman rumah mereka di Kelurahan Paoman, Indramayu—dan kini, berkibarlah skenario kejam yang dirancang oleh pelaku.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan selaku Kabid Humas Polda Jawa Barat menjelaskan bahwa pelaku utama bernama Sobirin alias R (35) sengaja membangun narasi agar seorang mantan karyawan korban bernama Evan tampak sebagai pelaku utama. Setelah membunuh keluarga Budi Awaludin, R menggunakan ponsel milik korban untuk menghubungi Evan dan berpura-pura menjual mobil korban kepada Evan sebagai modus. Tujuannya: menciptakan alibi dan membujuk Evan seolah-olah bersalah atas peristiwa tragis itu.
Setelah pembunuhan terjadi, R dan rekannya P tidak langsung kabur begitu saja. Mereka menyusun skenario—R menggadaikan mobil korban kepada Evan dan mentransfer uang hasil gadai ke rekening digital milik Budi, sementara mobil lainnya diparkir di dekat rumah Evan untuk memperkuat kesan bahwa Evan adalah pelakunya. Mereka kemudian menempuh rute pelarian yang panjang: Semarang → Demak → Surabaya → hingga kembali ke Indramayu, sebelum akhirnya berniat menyebrang ke laut.
Pelarian sang pelaku berakhir ketika polisi membekuk R dan P di pelabuhan kecil usai mereka menunggu kapal laut. Ketika hendak ditangkap, keduanya melakukan perlawanan hingga akhirnya ditembak kakinya. Mereka kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Penyidik kemudian menemukan akar permasalahan tersebut terkait dengan kesal R karena mobil yang disewa dari korban mengalami mogok setelah ia memberikan uang sewa. R meminta uangnya kembali, namun ditolak karena korban menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga. Dari frustrasi itu, R kemudian merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan terhadap Budi dan empat anggota keluarganya—seorang kakek, ibu mertua, anak, dan cucu yang masih bayi.
Satreskrim Polres Indramayu dan tim Inafis Polda Jabar melakukan olah TKP serta pemeriksaan intensif. Alat penyelidikan termasuk bed linen berdarah, cangkul, dan beberapa barang berharga yang digondol pelaku telah diamankan. Sementara itu, motif di balik skenario licik untuk menjerat Evan makin menegaskan kualitas premeditasi kejahatan tersebut.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Para penggemar sinetron Asmara Gen Z akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu langsung dengan para pemeran favorit mereka dalam acara...
Persaingan antara Atletico Madrid dan Barcelona kembali memanas. Kali ini, ketegangan muncul bukan di atas lapangan, melainkan melalui perang sindiran...