Situasi Terkini Bencana Sumatera dan Upaya Penanganan Pemerintah

Bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Data terbaru menunjukkan korban jiwa dan pengungsian masih tinggi. (Foto: Aditya Aji/AFP)
Bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Data terbaru menunjukkan korban jiwa dan pengungsian masih tinggi. (Foto: Aditya Aji/AFP)

Bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak luas terhadap masyarakat dan infrastruktur. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.201 orang, sementara 113.600 warga masih berada di pengungsian hingga akhir Januari 2026.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak tersebar di 53 kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut. Aceh Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 246 orang, sekaligus wilayah dengan pengungsi terbanyak yang mencapai sekitar 33 ribu jiwa. Selain itu, 142 orang masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan upaya pencarian.

Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Skala bencana tidak hanya terlihat dari jumlah korban, tetapi juga dari tingkat kerusakan yang ditimbulkan. BNPB mencatat sebanyak 175.050 unit rumah rusak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Kerusakan ini menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada hunian darurat.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas layanan publik, termasuk 215 fasilitas kesehatan dan 4.546 fasilitas pendidikan. Selain itu, tercatat 803 rumah ibadah, 866 jembatan, serta 2.165 ruas jalan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang dan longsor. Kondisi ini berdampak pada terganggunya akses layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi bantuan.

Bencana ini diketahui terjadi sejak akhir November 2025, dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Intensitas hujan tinggi yang disertai kondisi geografis wilayah perbukitan dan aliran sungai memperbesar potensi terjadinya banjir bandang dan longsor.

Berdasarkan laporan tambahan dari sumber internasional, hujan ekstrem yang melanda wilayah Sumatera menyebabkan limpasan air sungai secara cepat dan membawa material lumpur serta kayu gelondongan ke permukiman warga. Dampak tersebut memperparah kerusakan rumah dan infrastruktur di daerah hilir.

Saat ini, pemerintah pusat dan daerah masih melakukan pembersihan material lumpur dan kayu sisa banjir bandang. Proses pembangunan hunian sementara dan hunian tetap juga terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para korban terdampak, sembari memastikan distribusi bantuan logistik dan layanan dasar tetap berjalan.

Referensi:
Detik
Al Jazeera

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED