SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Indonesia Diminta Tidak Naif
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan Indonesia agar tidak bersikap naif dalam menghadapi ancaman perang dunia. Menurutnya, kondisi global...
Read more
Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), masih terus menjadi sorotan publik. Polisi baru-baru ini berhasil membongkar peran salah satu pelaku bernama Rohmat Sukur (RS), yang ternyata memiliki posisi cukup penting dalam sindikat kejahatan ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, menjelaskan bahwa Rohmat tidak sekadar ikut dalam aksi, tetapi justru bertindak sebagai penyedia fasilitas strategis. Ia disebut mengorganisir tim pemantau dan tim IT yang bertugas mengikuti aktivitas sehari-hari korban. Dengan adanya tim ini, gerak-gerik Mohamad Ilham bisa dipantau secara detail sebelum akhirnya diculik.
Rohmat sempat berusaha melarikan diri setelah kasus ini terungkap. Ia meninggalkan rumahnya di wilayah Candisari, Semarang, Jawa Tengah, dan bersembunyi di Sendangrejo, Ungaran Barat. Namun, pelariannya tak berlangsung lama. Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestabes Semarang berhasil menangkapnya pada Minggu (24/8/2025).
Polisi menegaskan bahwa Rohmat merupakan bagian dari sindikat besar yang terdiri dari 15 orang pelaku. Saat ini, seluruh pelaku sudah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Rohmat sendiri kini berada di Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa secara intensif.
Jasad Mohamad Ilham ditemukan pertama kali oleh seorang warga di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, warga yang tengah menggembala sapi terkejut melihat tubuh manusia tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
Korban ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban. Tubuhnya penuh luka lebam, tanda jelas bahwa ia mendapat kekerasan sebelum akhirnya tewas. Warga pun segera melapor ke aparat desa dan kepolisian setempat.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa korban sebelumnya diculik dari sebuah supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Setelah itu, ia diduga mendapat penyiksaan sebelum akhirnya jasadnya dibuang ke persawahan Bekasi. Polisi masih mendalami motif dan siapa sebenarnya dalang utama di balik penculikan ini.
Hal yang cukup mengejutkan dari kasus ini adalah adanya tim IT dan pemantau yang disediakan oleh Rohmat Sukur. Tim ini diduga menggunakan teknologi tertentu untuk mengintai pergerakan korban, mulai dari lokasi kerja hingga aktivitas harian. Hal ini memperlihatkan bahwa penculikan tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan terencana dengan matang.
Ade Ary menegaskan bahwa polisi akan mendalami peran setiap pelaku, termasuk mencari tahu seberapa canggih sistem pengawasan yang digunakan sindikat tersebut. “RS berperan sebagai penyedia tim pantau dan tim IT yang mengikuti kegiatan dan aktivitas korban,” ujarnya.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....