Pilih Air Hangat atau Dingin untuk Diet? Ini Penjelasan Lengkapnya

Air hangat atau air dingin, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Simak penjelasan ahli gizi dan data medis tentang manfaat keduanya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes)

Air hangat atau air dingin, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Simak penjelasan ahli gizi dan data medis tentang manfaat keduanya

Mencari cara sederhana yang dapat membantu menurunkan berat badan sering membuat banyak orang mempertimbangkan berbagai metode, termasuk kebiasaan minum air putih dengan suhu tertentu. Ada yang percaya bahwa air hangat mampu meningkatkan metabolisme, sementara sebagian lain meyakini air dingin lebih efektif karena membantu tubuh membakar energi untuk menyesuaikan suhu. Perdebatan ini cukup panjang, namun apa fakta medis sebenarnya?

Menurut spesialis gizi dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK, tidak ada hubungan langsung antara suhu air minum dan metabolisme lemak tubuh. Ia menjelaskan bahwa baik air hangat maupun air dingin sama-sama tidak mengandung kalori sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan dari sisi suhu air. “Sebenarnya air hangat maupun air dingin dalam jumlah kalori sama saja, nggak ada kalorinya alias nol kalori,” kata dr Diana, dokter spesialis gizi klinik.

Air Hangat Vs Air Dingin: Mana yang Lebih Efektif untuk Diet?

Menurut dr Diana, hal yang paling penting dalam konsumsi air adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Ia menyarankan agar seseorang minum sekitar 2 liter air per hari atau setara 8 gelas untuk mendukung fungsi tubuh. Jika tujuannya adalah menurunkan berat badan, maka minuman tanpa tambahan gula atau pemanis merupakan pilihan terbaik. “Selama tidak ditambahkan gula, tidak ditambahkan sirup, atau tidak ditambahkan pemanis-pemanis lain di dalamnya,” ujar dr Diana.

Meski tidak berpengaruh langsung terhadap pembakaran lemak, minum air hangat tetap memiliki sejumlah manfaat. Berdasarkan ulasan Healthline, air hangat dapat membantu melancarkan pencernaan dan mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Minum segelas air hangat di pagi hari sering dianjurkan untuk merangsang metabolisme dan membantu tubuh memulai aktivitas dengan sistem pencernaan yang lebih siap.

Di sisi lain, air dingin memiliki manfaat tersendiri, terutama saat berolahraga. Menurut penjelasan dari Times of India, minum air dingin saat latihan fisik membantu mencegah tubuh mengalami overheating atau kepanasan. Hal ini membuat sesi olahraga berjalan lebih efektif karena tubuh tetap berada dalam kondisi optimal selama aktivitas.

Bagaimana Air Putih Mempengaruhi Berat Badan

Meskipun suhu air tidak menentukan keberhasilan penurunan berat badan, minum air putih dalam jumlah cukup memiliki dampak besar bagi manajemen berat badan. Berdasarkan informasi dari Medical News Today, terdapat beberapa mekanisme yang membuat air putih berperan dalam membantu mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan secara umum.

1. Air membantu meningkatkan pembakaran kalori
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh saat istirahat. Meski peningkatannya tidak besar, kebiasaan minum air putih secara rutin dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori sepanjang hari, terutama jika digunakan sebagai pengganti minuman berkadar gula tinggi.

2. Air membantu pembuangan limbah tubuh
Ketika tubuh kekurangan cairan, proses pembuangan limbah melalui urine dan feses menjadi tidak optimal. Air membantu ginjal menyaring racun serta mempertahankan keseimbangan nutrisi dan elektrolit esensial. Dehidrasi juga dapat menyebabkan feses mengeras sehingga memicu sembelit. Memenuhi kebutuhan cairan harian membantu melunakkan feses dan mendukung kesehatan saluran cerna.

3. Air diperlukan dalam proses pembakaran lemak
Air menjadi komponen penting dalam proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak yang digunakan tubuh sebagai energi. Tahap pertama dari lipolisis adalah hidrolisis, saat molekul air berinteraksi dengan trigliserida untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh menjadi bagian penting dari proses metabolisme lemak, baik lemak dari makanan maupun lemak yang tersimpan.

Berdasarkan berbagai data tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan lebih dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidrasi yang tepat daripada suhu air yang dikonsumsi. Air hangat maupun air dingin tetap memberikan manfaat sesuai konteks penggunaannya. Air hangat dapat menjadi pilihan di pagi hari untuk mendukung pencernaan, sementara air dingin efektif diminum saat berolahraga atau cuaca panas.

Referensi:
DetikHealth

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED