Pepes Ikan Tongkol Homemade Gurih Pedas dan Rendah Minyak Mudah Dibuat
Pepes ikan tongkol menjadi salah satu hidangan khas Nusantara yang selalu menggugah selera. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma khas...
Read more
Akhir bulan dan kantong mulai meringis? Tenang ada banyak cara bikin lauk enak tanpa bikin dompet nangis. Perkedel kentang selalu jadi penyelamat: bahan sederhana, rasa gurih, tekstur lembut yang disukai semua usia. Ingat masa kecil saat piring penuh aroma bawang goreng dan kentang hangat? Perkedel itu sering jadi pelengkap yang selalu dicari. Sayangnya, banyak yang pernah gagal—perkedelnya hancur saat digoreng, lembek, atau bantet.
Berita baiknya: kamu bisa membuat perkedel kentang yang kokoh tanpa tepung terigu. Kuncinya ada pada cara mengolah kentang (goreng dulu, jangan direbus), serta lapisan putih telur sebelum digoreng. Resep yang berasal dari buku masak rumahan ini sederhana, hemat, dan cocok jadi menu harian atau stok lauk beku. Yuk, simak resep lengkap, langkah detail, dan tips anti gagal supaya hasilnya empuk di dalam, renyah sedikit di luar, dan tentu saja tidak mudah pecah saat dimasak.
3 buah kentang ukuran sedang (±600–700 gram total)
3 siung bawang putih, iris tipis atau cincang halus
3 butir bawang merah, iris tipis
1 batang seledri, iris tipis
1 butir telur (pisah kuning dan putihnya)
½ sdt garam (atau sesuai selera)
½ sdt kaldu bubuk (opsional)
½ sdt merica bubuk
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng kentang dan menggoreng perkedel
Sedikit minyak untuk menumis bawang
Catatan: Putih telur digunakan sebagai lapisan pelapis sebelum menggoreng — ini rahasia supaya perkedel tetap utuh. Kuning telur dicampurkan ke adonan untuk menambah rasa dan mengikat.
Kupas kentang, cuci bersih, dan potong dadu kecil agar matang lebih cepat saat digoreng.
Panaskan minyak secukupnya (cukup untuk menggoreng kentang, bukan deep fry untuk perkedel), lalu goreng kentang sampai matang dan sedikit berwarna keemasan. Goreng membuat kentang lebih kering dibandingkan direbus sehingga adonan lebih padat dan tidak mudah hancur.
Angkat kentang, tiriskan minyaknya, dan haluskan kentang menggunakan ulekan, garpu, atau food processor (jangan terlalu halus, sedikit tekstur lebih enak).
Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bawang merah dan bawang putih iris sampai harum dan sedikit layu — ini penting untuk menghilangkan rasa mentah bawang dan memberikan aroma.
Masukkan tumisan bawang ke dalam kentang tumbuk.
Ke dalam kentang yang sudah ditumbuk, tambahkan kuning telur, garam, merica, kaldu bubuk (jika pakai), dan seledri iris.
Aduk rata sampai adonan bisa dibentuk. Jika terasa terlalu lembek, tambahkan sedikit kentang tumbuk kering (dari kentang tambahan) atau dinginkan sebentar di kulkas agar adonan sedikit mengeras — ini membantu saat membentuk.
Ambil satu sendok makan besar adonan, bentuk bulat pipih sesuai selera (bentuk bulat datar atau bulat bola pipih). Ulangi sampai adonan habis.
Jika suka, isi tengahnya dengan sedikit keju atau abon untuk variasi.
Siapkan putih telur di mangkuk dangkal. Celupkan setiap perkedel ke putih telur hingga seluruh permukaan terlapisi tipis.
Panaskan minyak di wajan dengan api sedang (cukup minyak untuk menggoreng datar, bukan deep fry terlalu banyak), masukkan perkedel yang sudah dilapisi putih telur.
Goreng perlahan dan jangan sering dibalik — biarkan satu sisi matang lalu balik sekali. Menggoreng perlahan membuat bagian dalam matang merata dan lapisan putih telur bekerja sebagai perekat yang menjaga bentuk.
Angkat saat kedua sisi berwarna keemasan. Tiriskan di atas kertas tisu.
Goreng kentang, jangan merebus: Kentang goreng memiliki kadar air lebih rendah sehingga adonan jadi lebih padat.
Pisahkan putih dan kuning telur: Kuning untuk adonan, putih untuk pelapis. Putih telur mengering saat digoreng dan membentuk “kulit tipis” yang menahan adonan.
Jangan terlalu lembek: Kalau adonan terlalu basah, dinginkan 10–15 menit di kulkas supaya mudah dibentuk.
Suhu minyak: Minyak harus panas tapi tidak terlalu panas. Api sedang membuat bagian luar tidak gosong sementara bagian dalam matang.
Balik sekali saja: Sering membalik membuat permukaan retak dan lebih mudah hancur.
Gunakan spatula datar lebar: Saat mengangkat atau membalik, bantu dengan spatula agar tidak tertekan.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...