Pemerintah menargetkan hotel dan kawasan kampung haji milik Indonesia di Makkah, Arab Saudi sudah bisa digunakan pada musim Haji 2027. Menurut Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf atau Gus Irfan, proyek ini berlokasi di kawasan Tahrir, Makkah.
“Kemungkinan 2027 baru bisa,” kata Gus Irfan saat berada di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1).
Rencana ini merupakan bagian dari pembangunan Kampung Haji Indonesia, yaitu kawasan yang diperuntukkan bagi akomodasi dan kebutuhan jemaah haji asal Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Menurut CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, pembangunan fisik kampung haji Indonesia dijadwalkan mulai pada kuartal keempat 2026. Saat ini, kawasan Tahrir yang akan dikembangkan tersebut sedang dalam proses survei dan kajian oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Indonesia kini resmi memiliki hotel di Makkah sebagai bagian dari pembangunan kampung haji. Ia menilai capaian ini merupakan bagian dari diplomasi luar negeri yang dijalankan pemerintah.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo Hadi.
Investasi dan Kapasitas Jemaah di Kampung Haji Indonesia
Menurut Rosan Roeslani, Danantara Indonesia telah menyiapkan US$800 juta (sekitar Rp13,34 triliun, asumsi Rp16.680 per dolar AS) untuk membangun 13 tower hotel dan mal di kawasan tersebut.
Selain itu, Indonesia telah membeli Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel tersebut terdiri dari 3 tower dengan 1.461 kamar dan mampu menampung 4.383 jemaah.
Tidak hanya itu, Indonesia juga membeli lahan seluas 5 hektare di depan hotel tersebut untuk pembangunan tambahan tower hotel dan pusat perbelanjaan. Setelah seluruh pembangunan rampung, total kamar diproyeksikan mencapai 6.025 unit dengan kapasitas sekitar 23 ribu jemaah Indonesia.
Pemerintah berharap keberadaan Kampung Haji Indonesia di Makkah dapat meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi jemaah haji, sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia dalam pengelolaan fasilitas bagi warganya di Tanah Suci.
Referensi: CNN Indonesia