Panduan Aman Berkendara Saat Musim Hujan, Bagian Motor Ini Wajib Dicek

Musim hujan membuat ban dan rem motor bekerja lebih berat. Simak bagian motor yang wajib dicek agar tetap aman di jalan. (Foto: Wahana)
Musim hujan membuat ban dan rem motor bekerja lebih berat. Simak bagian motor yang wajib dicek agar tetap aman di jalan. (Foto: Wahana)

Musim hujan membuat ban dan rem motor bekerja lebih berat

Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Jalanan licin, jarak pandang berkurang, serta kondisi komponen motor yang terus terpapar air membuat risiko kecelakaan meningkat. Karena itu, pengecekan motor secara rutin menjadi langkah penting agar aktivitas berkendara tetap aman dan nyaman.

Menurut Ammar, teknisi motor dari bengkel Dewa Motor Buncit Raya, ada beberapa bagian motor yang harus mendapat perhatian lebih selama musim hujan. Dua komponen utama yang tidak boleh diabaikan adalah ban motor dan kampas rem, karena keduanya sangat berpengaruh terhadap kendali dan keselamatan saat berkendara di jalan basah.

“Kalau yang paling sering dicek ya, yang paling inti itu dari kampas rem, terus di ban motornya sendiri. Karena kan dalam posisi hujan, ban motor itu sangat berpengaruh buat berkendara,” kata Ammar, teknisi motor dari bengkel Dewa Motor Buncit Raya.

Paparan air hujan yang terus-menerus membuat beberapa komponen motor bekerja lebih ekstra, bahkan lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini bisa berujung pada selip, kehilangan kendali, hingga rem tidak berfungsi optimal.

Ban Motor Jadi Penentu Keselamatan di Jalan Basah

Ban motor menjadi komponen pertama yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Saat hujan, daya cengkeram ban sangat menentukan stabilitas kendaraan. Ban yang sudah aus atau gundul akan jauh lebih mudah kehilangan traksi di atas aspal basah.

Menurut Ammar, ban yang permukaannya sudah halus sangat berbahaya jika digunakan saat hujan. “Dia bisa, apa namanya, kepleset bahasa seringnya ya. Ngerem mendadak itu pasti kepleset. Itu kalau sudah halus atau botak, lebih baik diganti daripada terjadi nanti kecelakaan,” kata Ammar.

Ban motor juga memiliki umur pakai yang perlu diperhatikan. Umumnya, ban disarankan diganti setelah digunakan selama dua hingga tiga tahun, meski kembangnya masih terlihat cukup baik. Faktor usia membuat material ban mengeras dan daya cengkeramnya menurun, terutama di kondisi basah.

Selain kondisi fisik ban, tekanan angin juga memegang peranan penting. Tekanan yang tidak sesuai standar pabrikan dapat membuat motor sulit dikendalikan, terutama saat berbelok di jalan licin.

“Karena ban itu kan nggak bagus kalau kurang angin atau kelebihan angin, kita harus sesuai dengan tekanan anginnya, biar enggak terjadi oleng atau saat belok itu aman,” ujar Ammar.

Tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan sisi ban mengalami keretakan, sementara tekanan berlebih berisiko membuat ban menjadi benjol. Kedua kondisi tersebut sama-sama berbahaya dan dapat mengganggu stabilitas motor.

“Kalau kekurangan nggak bagus buat ban, dia nanti bakal ada terjadinya keretakan pada ban di samping. Itu pasti retak dan buat jalan pun dia pasti nggak stabil. Dan kelebihan pun nggak bagus untuk kualitas bannya nanti. Dia bakal jadi benjol,” jelas Ammar.

Untuk menjaga kualitas dan keamanan, Ammar menyarankan pengecekan tekanan udara ban dilakukan setidaknya dua minggu sekali, terutama selama musim hujan.

Kampas Rem Rentan Bermasalah Saat Terkena Air

Selain ban, kampas rem juga menjadi komponen krusial yang wajib dicek saat musim hujan. Sistem pengereman yang tidak optimal dapat berakibat fatal, terlebih saat pengendara harus melakukan pengereman mendadak di jalan licin.

Menurut Ammar, kampas rem yang sudah menipis akan semakin berisiko ketika terkena air hujan. “Kampas rem itu biasanya tipis, sudah kemakan dari kampasnya sendiri karena pemakaian juga. Kalau habis pun, dia besi ketemu besi kan kampasnya ketemu piringan, itu bakal los kalau kena air. Ditambah musim hujan kayak gini kan penting juga biar enggak terjadi rem blong,” tutur Ammar.

Air hujan yang masuk ke sistem pengereman dapat mengurangi daya cengkeram kampas terhadap piringan atau tromol. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan rem terasa blong atau tidak pakem, sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Pendapat serupa disampaikan Willy, teknisi resmi dari Honda Utama Motor Mampang. Menurut Willy, kampas rem merupakan salah satu komponen yang paling sering bermasalah saat musim hujan.

“Biasanya kan takutnya dia kena air masuk kotor dia kan, berisik. Biasanya kan untuk kampas rem belakangnya gampang bunyi kan,” kata Willy, teknisi resmi Honda Utama Motor Mampang.

Bunyi decitan saat pengereman bisa menjadi indikator awal kampas rem mulai bermasalah. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menurunkan performa pengereman.

Willy juga menyebutkan bahwa waktu ideal penggantian kampas rem adalah setiap menempuh jarak sekitar 12 ribu kilometer. Namun, penggantian bisa dilakukan lebih cepat jika kondisi kampas sudah menipis atau performa pengereman menurun.

Perawatan Rutin Bantu Motor Lebih Tahan di Musim Hujan

Musim hujan menuntut pengendara untuk lebih disiplin dalam melakukan perawatan motor. Air, lumpur, dan kotoran yang menempel dapat mempercepat kerusakan komponen jika tidak segera dibersihkan dan dicek secara rutin.

Pengecekan ban dan kampas rem sebaiknya dilakukan bersamaan dengan servis berkala. Dengan begitu, potensi kerusakan dapat terdeteksi lebih awal dan tidak berkembang menjadi masalah serius di jalan.

Perawatan sederhana seperti memastikan tekanan ban sesuai standar, mengganti ban aus, serta memeriksa ketebalan kampas rem dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan. Langkah ini juga membantu menjaga performa motor tetap optimal meski digunakan dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Motor

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Motor Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia motor — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED