Long Weekend Picu Kepadatan Jalur Puncak, One Way Diterapkan Sejak Pagi
Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026. Lonjakan arus kendaraan...
Read more
Kasus bayi yang nyaris tertukar di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung terus bergulir dan kini memasuki babak baru. Orang tua bayi, Nina Saleha, resmi melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan atas kejelasan kasus tersebut.
Menurut kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, langkah ini diambil setelah upaya komunikasi langsung dengan pihak rumah sakit tidak membuahkan hasil. Nina bersama tim kuasa hukumnya sempat mendatangi rumah sakit pada Senin (13/4) untuk bertemu dengan Direktur Utama.
Namun, pertemuan tersebut tidak terjadi karena pimpinan rumah sakit disebut sedang tidak berada di tempat. Pihak keluarga akhirnya hanya berdiskusi dengan perwakilan biro hukum rumah sakit.
“Tapi karena Dirutnya dibilang oleh bagian Biro Hukum masih ada acara, sehingga tidak bisa hadir, kita diskusi dengan pihak rumah sakit dan diwakili Biro Hukum, tapi tidak ada solusi, sehingga kita melayangkan surat somasi untuk pihak rumah sakit yang sudah kita siapkan,” kata Mira.
Somasi yang dilayangkan berisi sejumlah poin penting yang menurut pihak keluarga belum dijelaskan secara transparan oleh rumah sakit. Mereka memberikan waktu 3 x 24 jam kepada pihak rumah sakit untuk memberikan respons.
“Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3×24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar,” ujar Mira.
Selain menempuh jalur hukum, pihak keluarga juga berencana melakukan tes DNA untuk memastikan identitas bayi tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memastikan tidak ada kesalahan dalam proses penanganan bayi.
Menurut Mira, rencana tes DNA juga dipicu oleh banyaknya pesan yang diterima Nina melalui media sosial. Pesan tersebut berasal dari orang-orang yang mengaku memiliki pengalaman serupa di rumah sakit yang sama.
“Betul, kita mau ajukan tes DNA, sejak peristiwa ini mencuat banyak DM yang lahir di RSHS bertanya-tanya soal anaknya dan banyak sekali kasus yang tidak terungkap. Kita juga minta korban bersuara terkait masalah bayi tertukar,” kata Mira.
Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka menuntut transparansi penuh dari rumah sakit agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan. Kasus ini pun menjadi sorotan karena menyangkut keamanan dan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Barcelona kembali menunjukkan ambisinya mempertahankan dominasi di sepak bola Spanyol dan Eropa dengan mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Klub...
Seri ketujuh MotoGP 2026 akan berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Mugello, Italia. Para penggemar balap motor dunia kembali disuguhkan...