Olahraga Terbukti Efektif Bantu Kelola Depresi Menurut Riset Medis

Penelitian medis menunjukkan olahraga dapat membantu mengelola depresi dengan meningkatkan serotonin dan fungsi otak secara alami. (Foto: Halodoc)
Penelitian medis menunjukkan olahraga dapat membantu mengelola depresi dengan meningkatkan serotonin dan fungsi otak secara alami. (Foto: Halodoc)

Penelitian medis menunjukkan olahraga dapat membantu mengelola depresi dengan meningkatkan serotonin dan fungsi otak secara alami

Depresi merupakan gangguan suasana hati serius yang dapat memengaruhi perasaan, pola pikir, serta kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental, berbagai pendekatan non-obat terus dikaji untuk membantu pengelolaan depresi.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa olahraga berpotensi membantu mengelola depresi, terutama sebagai pendukung terapi utama. Berdasarkan data dari Cochrane Library, para peneliti menganalisis hasil dari 73 studi berbeda yang melibatkan sekitar 5.000 orang dengan diagnosis depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberikan manfaat nyata dalam membantu mengurangi gejala depresi.

Menurut para peneliti, olahraga dinilai mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan otak dan suasana hati. Dampak tersebut membuat olahraga semakin dilihat sebagai bagian penting dari pendekatan holistik dalam perawatan gangguan mental.

Cara Olahraga Membantu Mengelola Depresi

Menurut direktur medis psikiatri di Inspira Health, olahraga berperan dalam meningkatkan fungsi zat kimia otak yang berkaitan langsung dengan suasana hati. “Alasannya adalah bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan fungsi neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan endorfin,” kata direktur medis psikiatri di Inspira Health.

Neurotransmiter tersebut berfungsi mengatur emosi, rasa senang, serta respons terhadap stres. Serotonin, misalnya, dikenal berperan besar dalam menjaga stabilitas suasana hati. Dopamin berhubungan dengan motivasi dan rasa puas, sementara endorfin dikenal sebagai hormon yang membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan perasaan bahagia.

Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic, olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kadar serotonin secara alami di dalam otak. Mekanisme ini serupa dengan cara kerja beberapa obat antidepresan, khususnya jenis Selective Serotonin Reuptake Inhibitors atau SSRI, yang bekerja dengan meningkatkan ketersediaan serotonin.

Kesamaan mekanisme inilah yang membuat olahraga sering dianggap memiliki efek pendukung yang sejalan dengan pengobatan medis. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa olahraga bukan pengganti terapi atau obat, melainkan bagian dari pendekatan komprehensif dalam pengelolaan depresi.

Jenis dan Durasi Olahraga yang Dinilai Efektif

Dalam penelitian tersebut, para peneliti juga mengkaji jenis olahraga yang memberikan hasil paling optimal. Berdasarkan data dari analisis studi, kombinasi latihan kardio dan latihan beban dinilai lebih bermanfaat dibandingkan hanya satu jenis latihan.

Latihan kardio seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang membantu meningkatkan detak jantung dan aliran darah ke otak. Sementara itu, latihan beban berperan dalam meningkatkan kekuatan otot serta rasa percaya diri. Kombinasi keduanya dinilai mampu memberikan efek fisik dan psikologis yang lebih seimbang.

Manfaat olahraga terhadap gejala depresi dalam studi tersebut terlihat setelah 13 hingga 36 sesi latihan. Rentang ini menunjukkan bahwa konsistensi lebih penting dibandingkan intensitas tinggi dalam waktu singkat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dinilai lebih aman serta efektif, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Meski hasil penelitian menunjukkan temuan yang menjanjikan, para ahli menekankan perlunya penelitian lanjutan. Fokus penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik olahraga yang paling sesuai untuk kelompok individu yang berbeda, termasuk berdasarkan usia, tingkat keparahan depresi, dan kondisi kesehatan fisik.

Selain itu, inklusivitas dalam penelitian juga menjadi perhatian utama agar rekomendasi olahraga dapat diterapkan secara luas dan aman. Pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dinilai penting agar manfaat olahraga terhadap kesehatan mental dapat dirasakan secara optimal.

Referensi:
Detik Health

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED