Ancol Buka Akses Gratis Sore hingga Malam untuk Rayakan HUT Jakarta
Masyarakat yang ingin menikmati suasana pantai di Jakarta kini memiliki kesempatan menarik. Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota...
Read more
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, mengumumkan bahwa Republik Seychelles, negara terkecil di benua Afrika, menyatakan kesediaannya untuk membantu mengembangkan sektor pariwisata di Papua Tengah.
Menurut Nawipa, kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola homestay, pengembangan kuliner lokal, hingga pelatihan di sektor kerajinan tangan dan kepariwisataan.
“Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia Nico Barito sudah berada di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dan akan membagikan pengalamannya untuk membantu mengembangkan potensi wisata di sini,” kata Meki Fritz Nawipa dalam keterangannya di Jayapura, Senin (10/11).
Menurut Gubernur Nawipa, kedua belah pihak telah menyepakati kerja sama yang menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kesepakatan ini juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal agar manfaat wisata dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
“Kami mengapresiasi kunjungan dari Duta Besar Republik Seychelles di Kabupaten Nabire. Semoga kerja sama ini membawa harapan baru untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, menyampaikan bahwa negaranya tertarik membantu karena melihat kemiripan potensi sumber daya alam antara Seychelles dan Papua Tengah. Menurutnya, wilayah ini memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan di Indonesia bagian timur.
“Papua Tengah memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya alam, wisata, dan investasi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola dengan benar,” kata Nico Barito.
Dalam kesempatan tersebut, Nico juga menyoroti beberapa langkah konkret yang bisa dikembangkan bersama. Ia menilai bahwa kegiatan seperti pembersihan pantai, penanaman mangrove, hingga budidaya ikan dan udang organik berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
“Dengan keterlibatan masyarakat dan pengelolaan yang baik, kawasan konservasi di Papua Tengah dapat terus terlindungi setidaknya selama satu dekade ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Nico mengusulkan agar ada kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor perbankan untuk membentuk dana konservasi dan pengembangan pariwisata. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan sumber daya dan menjamin keberlanjutan ekonomi bagi Papua Tengah di masa depan.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Travel Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia travel — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nama Mathew Baker menjadi sorotan setelah mencatatkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia. Pemain muda berdarah Indonesia-Australia itu resmi menjadi debutan...
Dunia kesehatan perempuan memasuki babak baru setelah istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)....