Beras Premium Langka di Pasaran, Mengapa Stok Nasional Justru Melimpah?
Fenomena beras premium yang sulit ditemukan di sejumlah pasar dan ritel modern menimbulkan pertanyaan. Di satu sisi, pemerintah menyatakan stok...
Read more
Kekisruhan tarif sewa kios di District Blok M—juga dikenal sebagai Plaza 2—memantik respons serius dari berbagai pihak, mulai pengelola, koperasi, hingga Pemprov DKI Jakarta.
Pedagang UMKM di Blok M dikejutkan oleh tagihan sewa terbaru yang jauh melampaui batas sebelumnya. Jika sebelumnya mereka membayar Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta, beberapa kini ditagih hingga lebih dari Rp 4,5 juta per bulan. Tarif ini muncul setelah adanya perjanjian baru antara MRT Jakarta dengan Kopema (Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai), yang mulai berlaku sekitar sepuluh hari lalu.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyatakan bahwa pihaknya tidak diberi tahu tentang kenaikan tarif tersebut. Selama ini, tagihan sewa yang mereka terima berjalan sesuai kesepakatan awal. Egijannya, MRT mengaku baru mengetahui adanya lonjakan setelah ramai diberitakan publik.
Pihak Kopema membantah tudingan menaikkan sewa secara sepihak. Penasihat koperasi, Mumu Mujtahid, menegaskan bahwa mereka hanya menjalankan mandat MRT sesuai perjanjian pengelolaan. Skema baru memang mewajibkan pembayaran sewa melalui Kopema, termasuk biaya service charge dan uang jaminan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons keras persoalan ini. Ia menegur langsung Dirut MRT dan meminta agar kerja sama dengan pihak kota di Blok M dibatalkan jika kesepakatan tidak dijalankan secara adil. Pramono menekankan bahwa UMKM harus menjadi prioritas dan tidak dibebani oleh kenaikan sewa yang tiba-tiba.
Sebagai upaya memulihkan kondisi, Gubernur memberikan opsi menarik: pedagang boleh berpindah ke lokasi Blok M Hub—yang dikelola langsung oleh MRT—dengan program sewa gratis selama dua bulan. Harapannya, kebijakan ini bisa menarik kembali para pelaku usaha yang sempat tercurah.
Akibat polemik ini, banyak kios yang ditutup. Suasana kawasan yang semula ramai kini terlihat lengang. Sebagian besar gerai yang bertahan adalah pedagang aksesoris elektronik atau jam tangan yang berada di sisi Timur.
Meski terjadi tekanan, Kopema menyatakan masih terbuka untuk dialog dengan para pedagang dan MRT. Mereka berharap persoalan ini dapat dituntaskan tanpa konflik, dengan kembali ke kesepakatan yang jelas dan adil bagi semua pihak.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pemain Persib Bandung, Saddil Ramdani, mengunggah pesan bernada perpisahan menjelang bergulirnya pekan perdana Super League 2026/2027. Unggahan tersebut membuat masa...
Chelsea mengambil keputusan besar pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2026 dengan melepas Enzo Fernandez ke Manchester City. Gelandang...