Gencatan Hampir Usai Iran Siapkan Strategi Baru di Medan Perang
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat jelang berakhirnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menegaskan siap...
Read more
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi berakhirnya konflik di kawasan tersebut.
IRGC menegaskan bahwa pihak yang akan menentukan kapan perang berakhir bukanlah Amerika Serikat, melainkan Iran sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam respons terhadap klaim Trump yang menyebut konflik di Timur Tengah akan segera berakhir.
Menurut pernyataan resmi IRGC, masa depan kawasan Timur Tengah kini berada di tangan angkatan bersenjata Iran.
“Kamilah yang akan menentukan akhir perang,” demikian pernyataan IRGC dalam pernyataan resmi pada Selasa (10/3).
IRGC juga menekankan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak memiliki kendali untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
“Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan keras dari IRGC muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah sejak 28 Februari akan segera berakhir.
“Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam konferensi pers di Florida pada Senin (9/3).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah kekhawatiran pasar global mengenai kemungkinan konflik Timur Tengah yang semakin meluas.
Situasi semakin memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran saat itu.
Setelah kejadian tersebut, Iran kemudian menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei, sebagai pengganti pemimpin tertinggi negara tersebut.
Penunjukan tersebut diikuti dengan aksi militer Iran yang meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel dan beberapa negara Arab. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa konflik di kawasan tersebut masih jauh dari kata selesai.
Selain itu, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Penutupan selat tersebut dilakukan sehari setelah serangan yang menewaskan Ali Khamenei.
Penutupan jalur penting itu menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Dampaknya langsung terasa di pasar internasional. Harga minyak dunia melonjak tajam hingga mencapai US$119 per barel, atau sekitar Rp1.880.000 per barel (asumsi kurs Rp15.800 per dolar AS), yang menjadi level tertinggi sejak Juli 2022.
Kenaikan harga energi tersebut juga memicu gejolak di pasar keuangan global. Bursa saham sempat mengalami tekanan pada awal pekan.
Namun setelah pernyataan Presiden Trump yang mencoba meredakan kekhawatiran pasar, beberapa indeks saham global mulai menunjukkan pemulihan.
Pasar Wall Street kembali bergerak ke wilayah positif, sementara bursa saham di Tokyo dan Seoul dibuka menguat pada perdagangan Selasa.
Sementara itu, harga minyak dunia juga mulai turun setelah sebelumnya melonjak tajam. Komoditas energi tersebut tercatat mengalami penurunan sekitar lima persen setelah sempat menyentuh level tertinggi pada awal pekan.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi global.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aksi tawuran antar kelompok gengster kembali terjadi di kawasan Kebon Harjo, Kecamatan Semarang Utara, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 03.00...
Seorang pengelola arisan berinisial NNS (31) alias Saska J menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai mencapai miliaran...