Hanya Tersisa Satu Tipe, Kijang Innova Reborn Masih Jadi Andalan Pasar

Kijang Innova Reborn kini hanya tersedia satu varian diesel, namun penjualannya masih bersaing ketat dengan Innova Zenix. (Foto: instagram.com/innovaganteng)
Kijang Innova Reborn kini hanya tersedia satu varian diesel, namun penjualannya masih bersaing ketat dengan Innova Zenix. (Foto: instagram.com/innovaganteng)

Kijang Innova Reborn kini hanya tersedia satu varian diesel, namun penjualannya masih bersaing ketat dengan Innova Zenix

Toyota Kijang Innova Reborn kini hanya tersedia dalam satu varian, yakni tipe G bermesin diesel dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Meski pilihan modelnya semakin terbatas, popularitas Innova Reborn belum menunjukkan tanda-tanda meredup. Mobil keluarga ini justru masih mencatatkan penjualan yang kuat dan bersaing ketat dengan generasi terbarunya, Innova Zenix.

Penyederhanaan varian Innova Reborn merupakan bagian dari strategi transisi Toyota menuju model yang lebih modern dan efisien. Seiring hadirnya Innova Zenix sebagai generasi terbaru, beberapa varian non-hybrid Innova Reborn mulai dihentikan secara bertahap.

Varian Venturer resmi berhenti dipasarkan bersamaan dengan peluncuran Innova Zenix pada 21 November 2022. Sementara itu, tipe V masih sempat bertahan lebih lama sebelum akhirnya dihapus dari daftar harga resmi dan laman penjualan Toyota Indonesia pada periode akhir 2023 hingga awal 2024.

Sejak saat itu, Toyota menyederhanakan lini produknya secara kontras. Innova Reborn difokuskan untuk konsumen yang mengutamakan ketangguhan, sementara Innova Zenix mengambil peran sebagai MPV modern dengan pendekatan kenyamanan dan teknologi.

Menurut Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, pihaknya selalu membuka peluang untuk mempelajari kebutuhan pasar terkait pengembangan produk. “Kita semua model, semua varian selalu kita study lah. Kira-kira masukannya seperti apa, posibilitasnya seperti apa,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota Astra Motor, di Jakarta.

Penjualan Innova Reborn Masih Ketat dengan Zenix

Meski kini hanya mengandalkan satu varian, taring Kijang Innova Reborn belum tumpul. Berdasarkan data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia untuk periode 2025, distribusi Innova Reborn mencapai 30.578 unit. Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Innova Zenix yang membukukan 30.656 unit.

Selisih yang sangat kecil ini menunjukkan bahwa Innova Reborn masih memiliki basis konsumen yang kuat. Di tengah gempuran model baru dengan teknologi hybrid dan desain modern, Innova Reborn tetap menjadi pilihan rasional bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Salah satu faktor utama yang membuat Innova Reborn bertahan adalah opsi mesin diesel. Di Indonesia, mesin diesel masih identik dengan ketangguhan, efisiensi bahan bakar, serta torsi besar yang cocok untuk berbagai kondisi jalan.

Menurut Henry Tanoto, karakter mesin diesel menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. “Banyak yang senang diesel ya. Karena mungkin torque-nya lebih tinggi gitu ya,” ujar Henry.

Selain mesin, karakter dasar konstruksi kendaraan juga menjadi pembeda utama antara Innova Reborn dan Zenix. Jika Zenix menggunakan sasis monokok dengan penggerak roda depan, Innova Reborn tetap mempertahankan sasis ladder frame dan penggerak roda belakang.

“Dan juga dia ada ladder frame,” ungkap Henry. Struktur ini dikenal lebih kuat dan cocok untuk penggunaan berat, termasuk perjalanan jarak jauh dengan muatan penuh.

Karakter Klasik Kijang Masih Dibutuhkan

Konsep ladder frame dan penggerak roda belakang bukan sekadar warisan, melainkan kebutuhan bagi sebagian konsumen. Karakter ini memberikan keunggulan dalam hal daya tahan dan kemampuan membawa beban, terutama di daerah dengan kontur jalan menanjak atau kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya ideal.

“Jadi banyak orang yang butuh untuk itu gitu ya. Dan juga dia penggerak roda belakang. Penggerak roda belakang juga buat banyak kebutuhan masyarakat yang ingin bisa tanjakan, bawa beban berat,” kata Henry Tanoto.

Pendekatan ini membuat Innova Reborn tetap relevan di segmen tertentu, seperti pengguna di wilayah luar kota besar, pelaku usaha, hingga keluarga yang membutuhkan kendaraan serbaguna dengan kemampuan angkut optimal.

Di sisi lain, Toyota memosisikan Innova Zenix sebagai MPV yang mengedepankan kenyamanan, desain modern, serta efisiensi melalui teknologi hybrid. Dengan strategi tersebut, Toyota secara tidak langsung memisahkan dua karakter konsumen yang berbeda dalam satu nama besar Innova.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait rencana penambahan varian baru untuk Innova Reborn. Namun, pernyataan manajemen Toyota menunjukkan bahwa evaluasi pasar terus dilakukan seiring dengan dinamika kebutuhan konsumen dan tren industri otomotif.

Dengan performa penjualan yang masih kompetitif, Innova Reborn membuktikan bahwa sederhana tidak selalu berarti tertinggal. Selama kebutuhan akan kendaraan tangguh bermesin diesel masih tinggi, MPV legendaris ini tampaknya akan tetap memiliki tempat di hati konsumen Indonesia.

Referensi:
DetikOto

📚 ️Baca Juga Seputar Mobil

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED