Perbedaan Sistem Haji Indonesia Sebelum dan Sesudah BPKH Ini Penjelasan Pakar
Wacana perubahan skema pengelolaan haji di Indonesia kembali mencuat, termasuk ide menghapus antrean panjang yang selama ini menjadi keluhan utama...
Read more
Warga Samarinda, Kalimantan Timur, digegerkan dengan temuan tidak biasa berupa sebuah stoples berisi potongan jari manusia di sebuah kebun. Tidak hanya itu, di dalam wadah tersebut juga ditemukan cairan yang diduga sebagai air keras yang berfungsi sebagai pengawet.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu (11/4/2026). Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwenang dan kini tengah dalam penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Novi Hari Setiawan, potongan jari tersebut diduga sengaja diawetkan sebelum akhirnya dibuang di lokasi kejadian. “Karena kemarin di dalam stoples seperti ada air keras yang untuk pengawet,” kata Novi.
Ia menjelaskan, kasus ini saat ini ditangani oleh jajaran Polresta Samarinda. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk membantu mengungkap asal usul potongan tubuh tersebut. “Saksi-saksi sudah kami lakukan pemeriksaan, saat ini masih dilakukan penyelidikan mendalam,” ujar Novi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, temuan ini bermula saat seorang penjaga kebun sedang membersihkan area tersebut. Ia menemukan sebuah stoples yang terbungkus kain putih dan merasa curiga dengan isinya.
“Awalnya penjaga kebun lagi bersih-bersih kebun, terus dia temukan stoples dan kain putih, setelah dibuka ternyata isinya 3 jari manusia,” kata Novi menjelaskan kronologi kejadian.
Setelah mengetahui isi stoples tersebut, penjaga kebun langsung melaporkan temuan itu kepada ketua RT setempat serta Bhabinkamtibmas. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim kepolisian.
Petugas dari unit Patroli Samapta, piket fungsi Polsek, serta tim Inafis Polres langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Potongan jari manusia tersebut kemudian dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini, barang bukti berupa potongan jari telah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna dilakukan autopsi. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi asal potongan tubuh serta kemungkinan penyebab kejadian.
“Untuk temuan jari dibawa ke RS AWS. Nanti jika ada perkembangan akan di informasikan,” kata Novi.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian, termasuk menelusuri kemungkinan adanya tindak kriminal di balik temuan tersebut. Aparat juga mengumpulkan berbagai petunjuk dan keterangan tambahan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...