YouTube Hadirkan Fitur Baru Pengguna Kini Bisa Batasi Shorts
Platform video milik Google, yaitu YouTube, menghadirkan pembaruan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengatur batas waktu menonton video Shorts secara...
Read more
Miliuner teknologi Elon Musk kembali menegaskan ambisinya menjadikan aplikasi X sebagai superapp global yang mampu menggabungkan berbagai kebutuhan digital dalam satu ekosistem. Menurut Musk dalam podcast People by WTF bersama Nikhil Kamath, ia ingin menciptakan versi internasional dari aplikasi super populer di China yang mengintegrasikan layanan sosial, komunikasi, dan pembayaran.
Musk menyebut bahwa aplikasi serbaguna seperti WeChat belum memiliki padanan di negara lain. Berdasarkan laporan South China Morning Post, ia ingin X menjadi platform tempat pengguna dapat membaca, bertukar pesan, mempublikasikan konten, hingga melakukan transaksi keuangan tanpa perlu berpindah aplikasi.
“Anda dapat bertukar informasi, Anda dapat mempublikasikan informasi, Anda dapat bertukar uang,” kata Musk.
Aplikasi China seperti WeChat atau Weixin dikenal memiliki fitur komprehensif yang tidak hanya mencakup media sosial dan pesan instan, tetapi juga layanan pihak ketiga melalui mini-program. Fitur ini memungkinkan lebih dari 1.4 miliar pengguna aktif bulanan mengakses layanan belanja, pemesanan transportasi, gim seluler, hingga pembayaran dalam satu aplikasi.
Berbeda dengan Weixin yang beroperasi di bawah aturan sensor ketat pemerintah China, X justru diblokir di negara tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi ambisi Musk untuk mengembangkan pasar global.
Upaya Musk menjadikan X sebagai superapp bukan wacana baru. Setelah melakukan rebranding dari Twitter menjadi X pada Juli 2023, ia mulai membuka peta jalan pengembangan fitur yang lebih luas. Pada saat itu, Musk menjelaskan bahwa akuisisi Twitter sejalan dengan rencana awal X.com yang ia gagas sejak era 1990-an.
Pada Januari lalu, X menggandeng Visa untuk meluncurkan X Money, layanan keuangan digital yang direncanakan hadir secara penuh pada akhir tahun. Berdasarkan penjelasan CEO X saat itu, Linda Yaccarino, fitur ini memungkinkan pembayaran peer-to-peer menggunakan kartu debit serta transfer dana ke rekening bank.
Tidak hanya itu, X juga telah menambahkan fitur panggilan audio dan video yang menurut Musk akan menjadi pilar interaksi digital. Ia yakin sebagian besar aktivitas online di masa depan akan beralih dari teks ke komunikasi video real time yang didukung kecerdasan buatan.
“Sebagian besar interaksi akan berupa video real time dengan kecerdasan buatan,” kata Musk. Ia menilai konten berbasis teks hanya mewakili persentase kecil dari interaksi pengguna saat ini.
X memiliki sekitar 600 juta pengguna bulanan, dengan dominasi pengguna yang mengonsumsi konten teks. Musk melihat angka ini sebagai peluang untuk memperluas segmen pengguna melalui fitur yang lebih interaktif dan serbaguna.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...