Kasus dugaan penipuan terjadi dalam transaksi pembelian perlengkapan masjid. Seorang pengurus masjid dilaporkan telah memesan dan membayar lunas busa sesuai kesepakatan, namun saat barang diterima, kondisinya jauh berbeda dan lebih tipis dari yang dijanjikan.
Ketika dilakukan komplain, pihak penjual justru tidak menerima keluhan dan menantang untuk melaporkan ke pihak berwajib, bahkan meminta barang tersebut dibawa kembali.
Informasi yang beredar menyebutkan toko tersebut bernama Istana Jaya Malang. Peristiwa ini memicu perhatian karena menunjukkan risiko transaksi tanpa jaminan kejelasan kualitas barang, terutama untuk kebutuhan penting seperti fasilitas ibadah.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, serta memastikan adanya kesepakatan yang jelas dan bukti kuat sebelum melakukan pembayaran penuh.