Langkah Sempurna Arsenal ke Final Liga Champions Musim Ini
Performa impresif ditunjukkan Arsenal dalam ajang Liga Champions musim 2025-26. Tim asuhan Mikel Arteta berhasil melangkah ke partai final dengan...
Read more
Debut Calvin Verdonk di Ligue 1 berlangsung lebih cepat dari dugaan. Bek kiri keturunan Indonesia ini sejatinya diproyeksikan sebagai pelapis di Lille. Namun, pada laga melawan RC Lens di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (21/9), ia harus turun sejak menit ke-18 menggantikan Romain Perraud yang cedera.
Masuk di momen krusial, Verdonk langsung berhadapan dengan atmosfer tandang yang panas. Ribuan suporter Lens memenuhi stadion dan memberikan tekanan besar kepada Lille yang sedang mencoba bangkit di awal musim Ligue 1.
Meski timnya kalah telak 0-3, performa Calvin Verdonk tetap menjadi sorotan. Berikut detail statistiknya:
Menit Bermain: 72 menit (masuk menit 18, main hingga laga usai)
Kartu: 1 kartu kuning (menit ke-35)
Rating: 6,4 (tertinggi di lini belakang Lille menurut Whoscored)
Operan: 52 sukses dari 66 percobaan (79% akurasi)
Duel Menang: 6 dari 9 (67%)
Tackles Won: 1 dari 2 percobaan (50%)
Intersep: 3 kali memutus serangan lawan
Ball Recoveries: 7 kali merebut kembali bola dari penguasaan lawan
Statistik ini menunjukkan Verdonk cukup solid meski debutnya harus dilalui di tengah tekanan besar. Rating 6,4 yang diperoleh bahkan lebih tinggi dibanding beberapa rekan setimnya.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Lille yang datang ke markas Lens dengan harapan meraih poin. Berikut rangkaian jalannya laga:
Menit ke-18: Romain Perraud cedera, Calvin Verdonk masuk menggantikan.
Menit ke-28: Lens membuka skor melalui Wesley Said. Gol ini datang tak lama setelah Verdonk masuk, membuat Lille semakin tertekan.
Menit ke-35: Verdonk menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras saat mencoba menghentikan serangan cepat.
Menit ke-43: Florian Thauvin, mantan pemain Marseille, menggandakan keunggulan Lens lewat kerjasama apik dengan Said. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Menit ke-52: Lens menambah gol ketiga. Serangan yang terorganisir rapi membuat kiper Lille tak berkutik. Skor berubah menjadi 3-0.
Sisa waktu pertandingan: Lille mencoba keluar menyerang, termasuk memanfaatkan overlap Verdonk di sisi kiri. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mencetak gol.
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada Lille, debut Verdonk tetap dianggap bersejarah. Ia menjadi pemain keturunan Indonesia pertama yang tampil di Ligue 1. Banyak pengamat menyebut penampilannya cukup menjanjikan, terlebih dalam duel-duel bertahan dan kemampuan distribusi bola.
Pelatih Lille juga menyoroti kontribusi Verdonk. Menurutnya, sang bek menunjukkan ketenangan meski masuk di situasi sulit. Hal ini membuka peluang bagi Verdonk untuk mendapat menit bermain lebih banyak di laga-laga berikutnya.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT 5.5 Instant. Model ini langsung menjadi model default di layanan ChatGPT,...
Apple dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah strategis baru dalam produksi chip yang digunakan pada perangkatnya. Selama ini, perusahaan tersebut sangat bergantung...