Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga terutama pada siang hari, ketika matahari terasa lebih terik dan udara terasa lebih gerah dari biasanya.
Fenomena tersebut ternyata memiliki penjelasan ilmiah dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut pihak BMKG, kondisi panas yang dirasakan masyarakat bukan semata karena peningkatan suhu ekstrem, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor cuaca yang terjadi bersamaan.
Menurut Ida Pramuwardani, Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, suhu udara terasa lebih panas karena penyinaran matahari yang kuat dengan tutupan awan yang tidak merata pada siang hari.
“Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata,” kata Ida Pramuwardani, Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG.
Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi adalah masa peralihan musim yang sedang berlangsung di sebagian wilayah Indonesia.
Menurut Ida Pramuwardani, saat masa transisi atau peralihan musim, karakter cuaca cenderung berubah. Pada periode ini, pagi hingga siang hari biasanya terasa lebih panas, sementara hujan masih berpotensi turun pada sore atau malam hari.
“Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal,” ujarnya.
Fenomena tersebut memang lazim terjadi ketika Indonesia sedang bergerak dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada fase ini, kondisi atmosfer belum sepenuhnya stabil sehingga pola cuaca bisa berubah dengan cepat.
Dalam satu hari, masyarakat dapat merasakan cuaca sangat panas di siang hari, namun menjelang sore tiba-tiba muncul hujan lokal yang cukup deras di beberapa wilayah.
BMKG juga menyebut kondisi ini menjadi salah satu ciri khas masa transisi musim di wilayah tropis seperti Indonesia.
Selain menjelaskan penyebab suhu terasa lebih panas, BMKG juga memberikan gambaran mengenai perkiraan musim kemarau tahun 2026.
Berdasarkan data dari BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Awal kemarau diperkirakan mulai terjadi pada April 2026 di sebagian wilayah Tanah Air.
Menurut Ida Pramuwardani, kemarau diperkirakan mulai muncul secara bertahap di beberapa wilayah.
“BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, Mei, dan Juni 2026,” jelasnya.
Dalam pemetaan musim oleh BMKG, kemarau diprediksi dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian secara bertahap bergerak ke wilayah lain di Indonesia.
Sementara itu di Pulau Jawa, tanda-tanda awal kemarau juga mulai terlihat. Kondisi cuaca di sejumlah wilayah mulai didominasi langit cerah hingga berawan tebal.
Meski begitu, potensi hujan masih tetap ada.
Menurut BMKG, beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari selama masa transisi musim ini berlangsung.
Situasi ini membuat pola cuaca terasa kontras. Siang hari terasa sangat panas karena paparan matahari yang kuat, namun hujan masih dapat turun secara tiba-tiba di beberapa wilayah.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca harian dan menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika suhu terasa lebih terik dari biasanya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Seorang pengelola arisan berinisial NNS (31) alias Saska J menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai mencapai miliaran...
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...