Akses Tol Slipi Ditutup Sementara Imbas Demo Buruh May Day di DPR
Akses keluar Tol Slipi pada KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara pada Jumat siang. Penutupan ini...
Read more
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Rabu pagi (5/11/2025). Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini disebabkan oleh deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Sulawesi dan termasuk kategori gempa bumi menengah jenis intraslab.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, hasil analisis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi intraslab dengan kedalaman menengah akibat deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut pada titik koordinat 0,11 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, atau sekitar 65 kilometer arah tenggara Bone Bolango dengan kedalaman 109 kilometer. Jenis gempa menengah seperti ini biasanya disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di lapisan dalam lempeng samudra yang menunjam ke bawah daratan.
Gempa ini dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah sekitar, termasuk Bone Bolango dan Luwuk, dengan skala intensitas III-IV MMI. Getaran juga dirasakan di Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, Ampana, Taliabu, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Kota Gorontalo dengan skala intensitas III MMI.
Sementara di wilayah Kabupaten Pohuwato dan Tondano, gempa dirasakan lebih ringan, yakni pada skala intensitas II-III MMI. Skala ini menunjukkan bahwa getaran terasa oleh sebagian orang di dalam rumah dan benda ringan dapat bergoyang.
BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono.
Hingga pukul 06.58 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock) yang terjadi setelah guncangan utama. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG agar terhindar dari berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Daryono juga mengingatkan warga agar memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah. “Masyarakat diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.
Dalam setiap kejadian gempa, BMKG selalu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Langkah kesiapsiagaan seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas darurat, serta memastikan struktur bangunan tahan gempa sangat penting dilakukan, terutama di wilayah rawan gempa seperti Gorontalo dan sekitarnya.
Selain itu, BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas seismik di kawasan Lempeng Laut Sulawesi untuk mendeteksi potensi gempa susulan dan menginformasikan perkembangannya kepada masyarakat secara berkala melalui kanal resmi.
Referensi: DetikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabel charger sering kali menjadi perangkat yang kurang mendapat perhatian dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, fungsinya sangat penting untuk menjaga daya...
Banyak pengguna mengira bahwa saat HP Android mulai lemot, satu-satunya solusi adalah mengganti perangkat baru. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya...