Bruno Mars Buka Suara Setelah Dituduh Like Postingan yang Menyindir Taylor Swift
Musisi internasional Bruno Mars memberikan klarifikasi setelah rumor yang menyebut dirinya menyukai unggahan yang mengejek Taylor Swift viral di media...
Read more
Aktris peraih Oscar Jennifer Lawrence mengaku kini lebih berhati-hati saat membahas politik secara terbuka. Menurutnya, pengalaman berbicara lantang tentang Presiden Donald Trump pada periode pertama pemerintahannya menjadi pelajaran besar dalam kariernya.
Dalam wawancara bersama The Interview yang diterbitkan New York Times, Lawrence menyampaikan keraguannya untuk kembali menyuarakan pandangan politik di depan publik.
“Aku benar-benar tidak tahu apakah aku harus melakukannya [bicara soal politik]. Pemerintahan Trump yang pertama sangat liar dan bagaimana mungkin kita membiarkannya begitu saja? Rasanya seperti berlarian seperti ayam tanpa kepala,” kata Lawrence.
Ia menambahkan bahwa dari pemilu ke pemilu, masyarakat kini belajar bahwa pendapat selebritas tidak lagi memengaruhi pilihan politik publik. “Selebritas sama sekali tidak memengaruhi siapa yang dipilih orang,” ujarnya, seperti diberitakan Variety.
Lawrence menyadari posisinya sebagai aktris terkenal membuat setiap pernyataan publik bisa berdampak luas, bahkan pada proyek film yang ia bintangi. Ia mencontohkan beberapa film Hollywood yang pernah terkena boikot karena perbedaan pandangan politik, termasuk Snow White yang dibintangi Gal Gadot.
Menurut Lawrence, film tersebut menjadi sasaran boikot karena dukungan Gal Gadot terhadap Israel dalam konflik dengan Palestina. Hal serupa juga terjadi pada Taylor Swift yang sempat diboikot setelah secara terbuka mendukung kandidat dari Partai Demokrat.
“Saya tidak ingin membuat orang-orang tidak tertarik pada film dan karya seni yang dapat mengubah kesadaran atau mengubah dunia karena mereka tidak menyukai opini politik saya,” ujar Lawrence.
Ia menegaskan bahwa kini dirinya lebih fokus untuk melindungi karya seni agar tetap dinikmati publik tanpa dipengaruhi sikap politik pribadinya. “Jika saya tidak bisa mengatakan sesuatu yang membawa perdamaian atau solusi, saya tidak ingin menjadi bagian dari masalah,” tambahnya.
Lawrence juga menyampaikan keprihatinan terhadap aktor-aktor lain yang kariernya meredup akibat sikap politik mereka. “Saya sedih untuk orang-orang itu. Rasanya sangat salah,” katanya.
Alih-alih berbicara langsung di media, Lawrence kini menyalurkan pandangan politik dan sosialnya lewat karya film. Beberapa proyeknya menyoroti isu kemanusiaan, termasuk Bread and Roses (2021), dokumenter yang mengikuti kisah tiga perempuan Afghanistan di tengah kekuasaan Taliban.
Selain itu, Lawrence juga terlibat dalam dokumenter Zurawski v Texas, yang menyoroti perjuangan perempuan-perempuan Texas melawan larangan aborsi ketat yang diterapkan negara bagian tersebut.
Melalui karya-karya ini, Lawrence berharap tetap bisa berkontribusi pada perubahan sosial tanpa memperkeruh situasi politik.
Referensi: CNN Indonesia
Referensi tambahan: Variety, The New York Times
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Selebriti Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia selebriti — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video memperlihatkan momen tak terduga saat seorang pemain gitar terjatuh dari atas panggung ketika hendak duduk dalam sebuah acara...
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi memutuskan untuk menunda sementara penerapan sistem rating gim Indonesia Game Rating System atau IGRS....