3 Resep Tumis Tahu Lezat, Praktis untuk Bekal Makan Siang Rumahan
Ada kalanya kita hanya ingin makan siang yang sederhana: nasi hangat, lauk gurih, dan sayuran yang masih terasa segar. Tidak...
Read more
Mengenal Cerebral Palsy dan Faktor yang Memengaruhi Kondisi Lumpuh Otak
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati setiap 6 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman mengenai cerebral palsy atau lumpuh otak, termasuk penyebab, jenis, serta gangguan yang dapat menyertainya.
Cerebral palsy merupakan kondisi yang memengaruhi gerakan, keseimbangan, dan postur tubuh akibat gangguan pada otak yang sedang berkembang. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan perkembangan otak sebelum atau sekitar waktu kelahiran. Pada sebagian penyandang, cerebral palsy juga dapat disertai gangguan penglihatan, pendengaran, maupun kemampuan merasakan sentuhan.
Secara klinis, cerebral palsy dapat dikelompokkan berdasarkan gangguan gerak yang dominan. Jenis yang dikenal antara lain spastik, diskinetik, ataksik, dan campuran. Tipe spastik ditandai dengan kekakuan otot dan refleks yang berlebihan. Pada tipe diskinetik, gerakan tubuh dapat berlangsung tidak terkendali. Sementara itu, tipe ataksik lebih berkaitan dengan gangguan keseimbangan dan koordinasi. Pada tipe campuran, seseorang dapat mengalami kombinasi karakteristik dari beberapa tipe tersebut.
Penyebab cerebral palsy tidak selalu dapat diketahui secara pasti. Sejumlah kondisi dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan otak, seperti perubahan genetik, infeksi selama kehamilan, stroke pada janin, perdarahan otak, infeksi pada bayi, cedera kepala, serta kekurangan oksigen pada kondisi tertentu. Menurut informasi yang dikutip detik dari sumber kesehatan, kekurangan oksigen saat persalinan hanya menjadi penyebab sebagian kecil kasus cerebral palsy.
Faktor risiko juga dapat berkaitan dengan kelahiran prematur, berat lahir rendah, kehamilan kembar, penyakit kuning berat pada bayi, posisi sungsang, serta paparan alkohol, rokok, dan narkoba selama kehamilan. Namun, keberadaan faktor risiko tidak berarti seorang anak pasti mengalami cerebral palsy.
Tanda cerebral palsy umumnya mulai terlihat sejak masa bayi atau prasekolah. Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah keterlambatan mencapai tahapan perkembangan motorik, seperti berguling, duduk, merangkak, berdiri, atau berjalan. Gangguan bicara, kesulitan makan dan menelan, kejang, serta masalah penglihatan atau pendengaran juga dapat muncul pada sebagian penyandang.
Cerebral palsy merupakan kondisi nonprogresif, sehingga kerusakan otak yang menjadi penyebab dasarnya tidak terus bertambah. Meski demikian, tingkat gangguan dan kebutuhan setiap penyandang berbeda. Penanganan dapat mencakup terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, obat-obatan, alat bantu, hingga tindakan operasi pada kondisi tertentu.
Keterangan foto: Anak dengan cerebral palsy menjalani aktivitas terapi untuk mendukung kemampuan gerak dan koordinasi.
Photo caption: A child with cerebral palsy receives therapy to support movement, coordination, and daily activities.
Referensi:
Kompas Health – Hari Cerebral Palsy Sedunia, Kenali 4 Jenis dan Penyebab Lumpuh Otak
detikJatim – Cerebral Palsy: Penyebab, Gejala, Faktor Risiko dan Penanganan
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada kalanya kita hanya ingin makan siang yang sederhana: nasi hangat, lauk gurih, dan sayuran yang masih terasa segar. Tidak...
Ada satu jenis gorengan yang rasanya hampir selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil: pastel. Bentuknya yang setengah lingkaran dengan bagian...