Viral di TikTok, Kebiasaan Makan Ini Bisa Berdampak pada Kesehatan

Tren Makan TikTok yang Terlihat Sehat Ternyata Bisa Berisiko bagi Tubuh

Beragam tren makan dan nutrisi di TikTok kerap menarik perhatian karena menawarkan cara sederhana untuk mendapatkan tubuh lebih sehat. Namun, tidak semua kebiasaan yang viral sesuai dengan kebutuhan setiap orang.

Sejumlah ahli gizi mengingatkan bahwa tren kesehatan di media sosial sebaiknya tidak langsung diterapkan tanpa memahami kondisi tubuh. Beberapa kebiasaan bahkan dapat menimbulkan risiko jika dilakukan secara berlebihan atau tidak sesuai petunjuk.

Tren Nutrisi Viral yang Perlu Diperhatikan

Salah satu tren yang ramai adalah anggapan bahwa setiap orang harus mengonsumsi 100 gram protein setiap hari. Menurut ahli gizi yang dikutip detikFood, kebutuhan protein berbeda-beda berdasarkan berat badan dan aktivitas fisik. Rekomendasi dasar untuk orang dewasa sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan.

Tren lainnya adalah klaim bone broth atau kaldu tulang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Kaldu tersebut memang mengandung sejumlah nutrisi seperti kolagen, gelatin, kalsium, dan asam amino. Namun, ahli gizi menyebut belum ada penelitian kuat yang menunjukkan bone broth jauh lebih unggul dibandingkan kaldu biasa dalam memberikan manfaat kesehatan.

Kemudian ada dry scooping, yakni menelan bubuk suplemen sebelum olahraga secara langsung tanpa mencampurnya dengan air. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko tersedak. Suplemen yang mengandung kafein atau stimulan dalam jumlah tinggi juga dapat memicu peningkatan detak jantung serta gangguan pencernaan.

Baca Juga:  Rahasia Laut: Tinggal Dekat Pantai Bisa Tambah Umur Hidup

Anggapan bahwa tidak boleh makan setelah pukul 19.00 juga disebut tidak berlaku untuk semua orang. Sistem pencernaan tetap bekerja sepanjang waktu. Meski demikian, makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung, sementara kebiasaan ngemil berlebihan pada malam hari tetap perlu diperhatikan.

Tren terakhir adalah anjuran minum hampir 4 liter air setiap hari. Kebutuhan cairan sebenarnya dipengaruhi ukuran tubuh, aktivitas, lingkungan, dan kondisi kesehatan. Minum air secara berlebihan bahkan dapat menyebabkan hiponatremia, yaitu kondisi ketika kadar natrium dalam darah menjadi terlalu rendah.

Informasi mengenai tren makanan juga perlu diperiksa secara kritis. Sebagai contoh, Kompas.com melaporkan klaim viral mengenai larangan mencampur kecap manis dengan makanan tinggi protein. Dokter dan ahli gizi yang diwawancarai menyatakan bahwa kecap manis tetap boleh digunakan bersama daging, telur, tahu, atau tempe. Perhatian lebih penting diberikan pada penggunaan gula tambahan secara berlebihan dan proses memasak makanan hingga gosong.

Dengan demikian, tren makanan yang muncul di media sosial tidak selalu dapat diterapkan secara seragam. Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda, sehingga informasi kesehatan sebaiknya dipahami berdasarkan sumber yang kredibel dan kondisi masing-masing.

Keterangan foto: Ilustrasi berbagai tren makanan dan nutrisi yang viral di media sosial.

Photo Caption: Viral food trends on TikTok may look healthy, but some can pose health risks when followed incorrectly.

Baca Juga:  Tetap Makan Nasi, Perjuangan Wanita Lombok Turunkan Berat Badan Puluhan Kilogram

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED