Beras Premium Langka di Pasaran, Mengapa Stok Nasional Justru Melimpah?
Fenomena beras premium yang sulit ditemukan di sejumlah pasar dan ritel modern menimbulkan pertanyaan. Di satu sisi, pemerintah menyatakan stok...
Read more
Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memburuk akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Palembang pada Kamis (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB berada pada kategori sangat tidak sehat. Pemantauan dilakukan melalui Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan kondisi kualitas udara hingga pagi hari masih berada dalam kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
“Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat,” kata Wandayantolis.
Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kondisi kualitas udara adalah konsentrasi Particulate Matter atau PM2.5. Partikel ini memiliki ukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer.
Menurut Wandayantolis, pengukuran konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring. Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 235,6 mikrogram per meter kubik (ug/m3) dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Selatan. Asap kemudian terbawa masuk ke wilayah Kota Palembang sehingga ikut memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Situasi karhutla di Sumatera Selatan memang masih menjadi perhatian. Data terbaru menunjukkan jumlah titik panas di provinsi tersebut mencapai 12.748 titik sepanjang Agustus 2026, menjadi catatan hotspot bulanan tertinggi sejak 2015.
BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami curah hujan rendah pada awal September 2026. Kondisi yang lebih kering tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas di wilayah yang rawan karhutla.
Dengan kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat, masyarakat Palembang diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Wandayantolis meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan. Paparan udara dengan konsentrasi partikulat tinggi perlu dihindari untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata,” kata Wandayantolis.
Imbauan tersebut menjadi semakin penting ketika kabut asap masih terlihat dan kualitas udara belum kembali membaik. Masyarakat juga perlu memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara dan kondisi karhutla dari instansi terkait.
Di sisi lain, penanganan karhutla di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. BMKG Sumatera Selatan sebelumnya ikut dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla yang membahas langkah penanganan kebakaran serta dampaknya terhadap wilayah Palembang.
Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian terhadap aktivitas transportasi. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menyiapkan langkah mitigasi karena jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keselamatan penerbangan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Refleksi diri biasanya identik dengan menulis jurnal, mencatat perasaan, atau mengevaluasi berbagai hal yang sudah dilakukan. Namun, cara untuk mengenali...
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan selama ini dikenal sebagai ancaman serius bagi kesehatan pernapasan. Namun, dampaknya ternyata berpotensi...