John Ternus resmi menjadi CEO Apple mulai 1 September 2026, menggantikan Tim Cook yang kini beralih ke posisi Executive Chairman. Pergantian kepemimpinan ini sekaligus membuat paket kompensasi CEO baru Apple menjadi perhatian.
Berdasarkan dokumen terbaru yang disampaikan kepada regulator sekuritas Amerika Serikat, Ternus akan menerima gaji pokok US$3 juta atau sekitar Rp46 miliar per tahun. Selain itu, ia mendapatkan berbagai bentuk kompensasi berbasis saham.
Secara keseluruhan, paket kompensasi Ternus dapat mencapai sekitar US$58 juta atau Rp890 miliar per tahun, tergantung pada komponen saham dan pencapaian target yang ditetapkan.
Untuk tahun fiskal 2026, Ternus akan memperoleh penghargaan saham terbatas atau RSU satu kali dengan nilai target US$2,5 juta atau sekitar Rp38 miliar. Nilai tersebut dihitung secara prorata berdasarkan masa jabatannya sebagai CEO pada tahun fiskal tersebut.
Memasuki tahun fiskal 2027, struktur kompensasinya berubah lebih besar. Ternus akan mendapatkan bonus saham tahunan dengan nilai target US$55 juta atau sekitar Rp843 miliar.
Sekitar 75 persen dari bonus tersebut akan diberikan dalam bentuk saham berbasis kinerja. Pencairannya bergantung pada kinerja total keuntungan pemegang saham Apple dibandingkan perusahaan lain yang masuk indeks S&P 500.
Sementara 25 persen sisanya berupa saham berbasis waktu. Saham tersebut akan dicairkan setiap enam bulan dalam porsi yang sama selama periode empat tahun.
John Ternus Hadapi Tantangan Besar di Apple
Sebelum menjadi CEO, Ternus menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering Apple. Ia bergabung dengan Apple pada 2001 dan menjadi wakil presiden bidang Hardware Engineering pada 2013 sebelum masuk jajaran eksekutif pada 2021. Apple mencatat Ternus telah memimpin pengembangan perangkat keras untuk berbagai produk, termasuk iPhone, iPad, Mac, dan AirPods.
Menurut laporan Reuters, kompensasi Ternus sebagai CEO mencakup gaji US$3 juta serta penghargaan saham US$55 juta yang mulai berlaku pada 2027. Sementara Tim Cook akan menerima gaji tahunan US$2 juta dan penghargaan saham dengan nilai target US$45 juta.
Sebagai CEO baru, Ternus mengambil alih Apple ketika perusahaan menghadapi persaingan ketat di bidang kecerdasan buatan. Tantangan lainnya adalah mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus menghadirkan inovasi baru setelah 15 tahun kepemimpinan Tim Cook.
Apple secara resmi mengumumkan bahwa Ternus menjadi CEO mulai 1 September 2026, sementara Cook menjalankan peran sebagai Executive Chairman. Pergantian tersebut merupakan bagian dari proses suksesi yang telah dipersiapkan perusahaan dalam jangka panjang.
Selama menjadi CEO, Cook memperluas lini produk Apple dengan menghadirkan Apple Watch, AirPods, dan Vision Pro, sekaligus memperbesar bisnis layanan perusahaan.
Kini, Ternus mendapat tugas untuk membawa Apple memasuki fase berikutnya, terutama dalam menghadapi perkembangan AI dan persaingan teknologi yang semakin ketat.
Referensi:
CNN Indonesia