Israel Kian Agresif Perluas Permukiman Tepi Barat di Tengah Tekanan Global
Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus mendorong pembangunan dan perluasan permukiman di Tepi Barat meski mendapat kecaman...
Read more
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah situasi konflik kedua negara sempat lebih tenang selama sekitar satu bulan. Kali ini, pasukan AS menyasar dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, sebuah pulau kecil yang berada di wilayah strategis Selat Hormuz.
Serangan tersebut berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, dan menjadi salah satu perkembangan penting dalam konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama sekitar enam bulan.
Menurut Komando Pusat AS atau CENTCOM, serangan dilakukan setelah pasukan Iran terpantau mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.
“Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak,” ujar juru bicara CENTCOM.
Pihak AS menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sedang bersiap menggunakan sistem tersebut untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau ke jalur pelayaran. Karena itu, serangan terhadap peluncur di Pulau Larak disebut berkaitan langsung dengan upaya mencegah ancaman terhadap aktivitas kapal di Selat Hormuz.
Pulau Larak berada di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan lokasinya berdekatan dengan Selat Hormuz. Posisi tersebut membuat pulau ini memiliki arti strategis karena berada di kawasan yang menjadi jalur penting bagi lalu lintas kapal dan perdagangan energi dunia.
Menurut mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab di Kementerian Pertahanan AS David Des Roches, peluncur yang menjadi sasaran serangan kemungkinan berkaitan dengan Fajr-5, sistem peluncur roket ganda jarak jauh yang diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 75 kilometer.
“Rudal itu mampu menjangkau jalur pelayaran di sana (Selat Hormuz),” kata David Des Roches.
Ia menjelaskan bahwa ancaman tersebut tidak hanya berasal dari roket. Sistem tersebut juga dikhawatirkan digunakan untuk membawa atau mendukung penyebaran ranjau laut di perairan sekitar Selat Hormuz.
“Beberapa kapal melintasi perairan Oman untuk menghindari serangan Iran terhadap kapal sipil netral. Rudal-rudal ini berpotensi menebar ranjau di perairan tersebut,” ujar Roches.
Analisis tersebut sejalan dengan alasan yang disampaikan pihak AS. Reuters melaporkan bahwa pejabat AS mengatakan pasukan Iran terlihat sedang mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz sebelum serangan dilakukan.
Jika ranjau laut benar-benar ditempatkan di jalur pelayaran, aktivitas kapal komersial dapat semakin terganggu. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia dan selama konflik berlangsung telah mengalami penurunan lalu lintas kapal.
Berdasarkan data yang dilaporkan Reuters, sebelum perang berlangsung, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan terhadap jalur tersebut kemudian berpotensi berdampak langsung pada pasar energi global.
Situasi tersebut menjadi semakin sensitif karena Iran sebelumnya menyatakan memiliki kendali besar terhadap jalur strategis tersebut. Pada akhir Agustus, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menyatakan bahwa Teheran telah menyepakati rute pelayaran melalui Selat Hormuz dengan Oman dan siap membuka kembali jalur tersebut jika AS memenuhi sejumlah komitmen dalam nota kesepahaman.
Serangan di Pulau Larak tidak berhenti sebagai aksi satu arah. Iran kemudian merespons dengan menyerang dua fasilitas militer AS di Yordania, yakni King Hussein dan Al Azraq.
IRGC menyatakan serangan tersebut ditujukan terhadap infrastruktur militer AS. Dalam keterangannya, Iran menyebut serangan AS di Pulau Larak sebagai agresi dan memperingatkan bahwa setiap serangan akan mendapat balasan.
Reuters melaporkan IRGC menyatakan serangan ke dua pangkalan AS di Yordania dilakukan dengan rudal balistik sebagai respons atas serangan terhadap Pulau Larak.
Sementara itu, pihak Iran juga menyatakan serangan AS di Pulau Larak menyebabkan sejumlah pejuang dan warga sipil tewas atau terluka. Namun, IRGC belum memberikan angka korban secara rinci.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun intensitas pertempuran sempat menurun, ketegangan AS dan Iran belum benar-benar berakhir. Serangan terbaru juga terjadi ketika jalur diplomasi terkait Selat Hormuz masih berjalan.
Beberapa hari sebelum serangan Pulau Larak, Iran dan Oman masih membahas pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Qatar juga telah membahas kemungkinan pembentukan koridor pelayaran sementara serta kerja sama pembersihan ranjau di jalur tersebut.
Di sisi lain, strategi Washington dalam beberapa pekan sebelumnya lebih banyak diarahkan pada tekanan ekonomi. Pemerintah AS dilaporkan memperluas sanksi terhadap Iran dan menargetkan sejumlah sektor ekonomi, sementara serangan militer langsung sempat tidak menjadi prioritas.
Karena itu, serangan terhadap dua peluncur di Pulau Larak menjadi perkembangan yang cukup signifikan. Aksi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terhadap Selat Hormuz masih menjadi salah satu pemicu utama ketegangan militer AS dan Iran.
Dampaknya juga mulai terasa di pasar energi. Setelah serangan tersebut, harga minyak mentah Brent sempat naik lebih dari 1 persen hingga sekitar US$89,18 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di sekitar US$84,32 per barel. Jika menggunakan kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp1,47 juta per barel untuk Brent dan Rp1,39 juta per barel untuk WTI.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Apple bersiap menggelar acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Acara tersebut akan berlangsung di Steve Jobs Theater, Apple Park,...
Pengguna komputer Windows 10 yang memakai kartu grafis Nvidia perlu mulai mempertimbangkan perpindahan sistem operasi. Nvidia akan menghentikan dukungan driver...