Krisis Listrik Venezuela Makin Parah, Jam Kerja Pegawai Negeri Dipangkas

Venezuela memangkas jam kerja pegawai negeri untuk mengurangi tekanan jaringan listrik setelah permintaan listrik melonjak jauh di atas kapasitas pasokan.

Venezuela memangkas jam kerja pegawai negeri untuk mengurangi tekanan jaringan listrik setelah permintaan listrik melonjak jauh di atas kapasitas pasokan

Pemerintah Venezuela mengambil langkah untuk mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik nasional dengan memangkas jam kerja seluruh pegawai negeri. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah konsumsi listrik di negara tersebut meningkat tajam dan melampaui kemampuan pasokan yang tersedia.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pegawai sektor publik akan menerapkan pola kerja bergilir. Dalam skema tersebut, pegawai negeri akan bekerja setiap dua hari sekali dengan waktu kerja setengah hari.

“Pekerja sektor publik akan bekerja setiap dua hari sekali dan setengah hari kerja untuk semua karyawan,” kata Delcy Rodriguez, Rabu (12/8/2026).

Kebijakan itu tidak berlaku bagi sektor yang dianggap penting, termasuk layanan kesehatan. Pemerintah tetap mempertahankan operasional layanan esensial agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah Venezuela, permintaan listrik mencapai 15.726 megawatt, sedangkan kapasitas pasokan yang tersedia hanya sekitar 12.000 megawatt. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kebutuhan listrik dan kemampuan jaringan memasok energi.

Pemadaman Listrik Picu Protes di Venezuela

Menurut Rodriguez, lonjakan konsumsi listrik tidak semata-mata dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi juga ikut meningkatkan kebutuhan energi di Venezuela.

“Jaringan listrik nasional telah mengalami permintaan yang tinggi bukan hanya karena situasi iklim, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi,” ujar Rodriguez, Selasa (11/8/2026).

Kondisi jaringan listrik yang tertekan telah membuat pemadaman listrik semakin sering terjadi di sejumlah wilayah di luar Caracas. Gangguan tersebut bahkan memicu aksi protes dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga:  MoU Telkomsel – OpenAI di Solution Day 2025: AI yang Bisa Diakses Semua Orang

Wilayah pedalaman Venezuela disebut telah menghadapi masalah pemadaman listrik selama bertahun-tahun. Para ahli mengaitkan persoalan tersebut dengan pengelolaan jaringan yang buruk serta kurangnya pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.

Caracas relatif lebih jarang mengalami pemadaman dibandingkan wilayah lain. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, gangguan listrik juga mulai dilaporkan terjadi di ibu kota Venezuela.

Pemangkasan jam kerja pegawai negeri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi listrik pada saat jaringan menghadapi tekanan tinggi. Pemerintah berharap pengurangan aktivitas di kantor-kantor pemerintahan dapat membantu menekan penggunaan energi.

Kebijakan tersebut diumumkan Rodriguez ketika pemerintah Venezuela menandatangani perjanjian dengan perusahaan Argentina IMPSA. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penyelesaian proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Bolivar Selatan.

Sebelumnya, pemerintah Venezuela juga mencapai kesepakatan dengan perusahaan utilitas Amerika Serikat, General Electric, pada Juni untuk membantu meningkatkan pasokan listrik.

Langkah tersebut menunjukkan pemerintah Venezuela tengah mencari cara untuk memperkuat sistem kelistrikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Di sisi lain, kondisi ekonomi dan hubungan internasional juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam membuka akses sektor energi dan sumber daya bagi perusahaan asing.

Referensi:
CNN Indonesia

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED