Gusi Berdarah Jangan Diabaikan, Bisa Berkaitan dengan Diabetes dan Jantung

Gusi berdarah saat menyikat gigi jangan selalu dianggap sepele. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit gusi, diabetes, dan kesehatan jantung.

Gusi berdarah saat menyikat gigi jangan selalu dianggap sepele

Gusi berdarah saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi sering dianggap sebagai masalah kecil. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya peradangan atau penyakit gusi yang perlu diperhatikan.

Menurut Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Ilmu Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, darah yang terlihat setelah menyikat gigi merupakan salah satu tanda bahwa gusi mengalami peradangan atau perdarahan.

Masalahnya, penyakit gusi pada tahap awal sering tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini membuat seseorang dapat mengalami gangguan gusi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa menyadarinya.

Berdasarkan informasi dari ANTARA, gusi berdarah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penumpukan plak dan karang gigi, cara menyikat gigi yang kurang tepat, kebiasaan merokok, kekurangan nutrisi, perubahan hormon, hingga kondisi medis tertentu.

Jika peradangan tidak ditangani, gangguan gusi dapat berkembang menjadi periodontitis. Kondisi tersebut dapat merusak jaringan penyangga gigi dan pada tahap lebih lanjut menyebabkan gigi goyang atau tanggal.

Hubungan antara penyakit gusi dan kesehatan tubuh juga menjadi perhatian para peneliti. American Dental Association menyebut penyakit periodontal memiliki hubungan dengan sejumlah kondisi sistemik, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Namun, hubungan tersebut perlu dipahami sebagai asosiasi, bukan bukti bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit jantung atau kondisi kronis lainnya.

Dr Jaydev, pendiri dan kepala dokter gigi Dr Jaydev Dental, menjelaskan bahwa gusi yang mengalami infeksi kronis tidak berdiri sendiri dari bagian tubuh lainnya.

“Gusi Anda bukanlah bagian terpisah dari bagian tubuh Anda yang lain. Saat gusi terinfeksi secara kronis, infeksi tersebut memiliki jalan langsung ke aliran darah Anda,” kata Dr Jaydev.

Baca Juga:  Terungkap, Minuman Sederhana di Pagi Hari Bantu Lawan Kolesterol Tinggi

Pada penyakit gusi yang sudah berkembang, jaringan di sekitar gigi dapat mengalami peradangan dan luka kecil. Kondisi tersebut memungkinkan bakteri atau produk bakteri masuk ke dalam sirkulasi darah.

Tubuh kemudian merespons dengan sistem kekebalan. Proses peradangan yang berlangsung lama menjadi salah satu mekanisme yang sedang dipelajari dalam hubungan antara penyakit periodontal dan kesehatan pembuluh darah.

American Dental Association juga menjelaskan bahwa peradangan kronis di rongga mulut dan kemungkinan masuknya bakteri ke aliran darah merupakan dua mekanisme yang diduga berperan dalam hubungan antara penyakit periodontal dan kondisi sistemik. Namun, bukti yang tersedia belum cukup untuk menyatakan bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Gusi dan Diabetes Saling Berkaitan

Hubungan antara penyakit gusi dan diabetes juga mendapat perhatian khusus. Pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol, kadar gula darah yang tinggi dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.

Menurut American Dental Association, diabetes yang tidak terkontrol dapat berkaitan dengan meningkatnya kejadian dan tingkat keparahan infeksi di rongga mulut, termasuk gingivitis dan periodontitis. Hubungan tersebut juga dapat berlangsung dua arah karena penyakit periodontal dapat berkaitan dengan kontrol gula darah yang lebih buruk.

Dr Jaydev menggambarkan hubungan tersebut sebagai sebuah lingkaran yang saling memperburuk.

“Peradangan memperburuk resistensi insulin dan membuat gula darah lebih sulit dikendalikan, gula darah tinggi pada gilirannya mengganggu kekebalan dan penyembuhan, sehingga penyakit gusi menjadi lebih agresif,” kata Dr Jaydev.

Meski demikian, gusi berdarah tidak bisa digunakan sebagai diagnosis diabetes. Seseorang yang mengalami perdarahan gusi tidak otomatis menderita diabetes. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Baca Juga:  Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Jantung dan Sering Diabaikan

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan bersamaan dengan gusi berdarah antara lain bau mulut yang terus-menerus, gusi merah atau bengkak, rasa tidak nyaman di mulut, gusi yang mulai menjauh dari gigi, serta makanan yang sering tersangkut di area gigi tertentu.

Risiko masalah gusi juga dapat lebih tinggi pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol, perokok, orang dengan penyakit kardiovaskular, wanita hamil, serta mereka yang menggunakan obat tertentu yang menyebabkan mulut kering.

Untuk menjaga kesehatan gusi, kebersihan mulut perlu dilakukan secara konsisten. Menyikat gigi secara rutin, membersihkan sela gigi, melakukan pemeriksaan gigi, menghindari tembakau, dan menjalani pembersihan profesional bila diperlukan merupakan bagian dari perawatan kesehatan gigi dan gusi.

ANTARA juga mencatat bahwa membersihkan plak secara rutin penting untuk mencegahnya berkembang menjadi karang gigi. Jika gusi terus berdarah atau disertai pembengkakan, bau mulut, nyeri, maupun gigi yang mulai goyang, pemeriksaan oleh dokter gigi sebaiknya tidak ditunda.

Perawatan gusi juga tidak menggantikan pengobatan penyakit jantung atau diabetes. Sebaliknya, kesehatan mulut sebaiknya menjadi bagian dari perhatian kesehatan secara keseluruhan. Menjaga kondisi gusi tetap sehat dapat membantu mengurangi beban peradangan di rongga mulut, sementara penyakit kronis tetap perlu ditangani sesuai diagnosis dan anjuran tenaga medis.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED