Fabio Quartararo Kena Penalti, Ini Hasil Akhir MotoGP Inggris 2026
Hasil MotoGP Inggris 2026 mengalami perubahan setelah Fabio Quartararo mendapatkan penalti waktu 16 detik. Pebalap Monster Yamaha tersebut sebelumnya tercatat...
Read more
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengakui melakukan beberapa kesalahan saat tampil di Moto3 Inggris 2026. Meski demikian, pembalap berusia 17 tahun tersebut berhasil menyelesaikan balapan di posisi kesembilan di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026) malam WIB.
Hasil tersebut cukup positif bagi Veda karena ia mengawali balapan dari posisi ke-15. Berdasarkan data hasil balapan, Veda langsung memperbaiki posisinya selepas start dan naik ke urutan ke-11. Ia kemudian terlibat dalam persaingan ketat di tengah rombongan pebalap Moto3.
Menurut Veda Ega, dirinya sebenarnya memiliki kepercayaan diri yang cukup baik sepanjang balapan. Ia merasa nyaman dengan bagian depan motor dan penggunaan kompon ban medium.
“Balapan hari ini berjalan dengan baik. Sejujurnya, saya memiliki kepercayaan diri yang sangat baik, terutama dengan bagian depan dan kompon medium selama balapan,” kata Veda Ega seperti dikutip dari rilis Honda Team Asia.
Veda mengaku sejak awal berusaha menjaga fokus dan tetap berada di dalam rombongan terdepan. Strategi tersebut dilakukan agar dirinya dapat terus bersaing untuk mendapatkan posisi yang lebih baik.
Namun, situasi balapan Moto3 yang berlangsung rapat membuat Veda kehilangan kontak dengan kelompok terdepan. Beberapa insiden di lintasan ikut memengaruhi posisinya.
“Sayangnya, seperti yang biasa terjadi di Moto3, ada beberapa insiden selama balapan dan itu membuat saya kehilangan kontak dengan grup terdepan,” ujar Veda.
Setelah kehilangan posisi dari rombongan terdepan, Veda berusaha kembali mengejar. Akan tetapi, ia menyadari masih melakukan sejumlah kesalahan yang membuat peluangnya untuk bersaing lebih jauh menjadi berkurang.
“Saya mencoba mengejar mereka lagi, tetapi saya masih melakukan beberapa kesalahan selama balapan dan saya tahu ada beberapa hal yang perlu saya tingkatkan dalam cara saya berkendara,” kata Veda.
Perjalanan Veda menuju finis kesembilan berlangsung cukup dinamis. Setelah start dari posisi ke-15, ia sempat berada di urutan ke-11. Posisinya kemudian naik turun sebelum akhirnya kembali mendapatkan momentum pada lap terakhir.
Veda bahkan sempat menembus posisi ketujuh menjelang balapan berakhir. Namun, kesalahan yang kembali terjadi pada lap terakhir membuatnya kehilangan beberapa posisi hingga akhirnya melewati garis finis di urutan kesembilan.
“Saya mencoba mengatur lap terakhir, tetapi saya kembali melakukan kesalahan dan kehilangan sedikit,” kata Veda.
Meski gagal mempertahankan posisi ketujuh, Veda tetap membawa pulang poin penting dari Silverstone. Ia juga menilai balapan tersebut memberikan banyak pelajaran untuk menghadapi seri berikutnya.
“Pada akhirnya, saya finis di posisi P9 dan mengamankan beberapa poin penting. Saya senang karena poin-poin ini penting, tetapi yang lebih penting, saya belajar banyak dari balapan ini,” ujar Veda.
Sementara itu, David Almansa keluar sebagai pemenang Moto3 Inggris 2026. Almansa mampu bertahan dalam persaingan ketat hingga lap terakhir dan memastikan kemenangan setelah beberapa pesaingnya kehilangan posisi.
Bagi Veda, hasil di Silverstone menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi. Ia tidak ingin kesalahan yang sama kembali terjadi pada balapan berikutnya.
“Sekarang waktunya untuk bekerja, terus berkembang, dan kembali dengan lebih kuat,” kata Veda.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Balap Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia balap — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pada 18 November 1978, dunia diguncang oleh salah satu peristiwa paling mengerikan dan mematikan dalam sejarah modern yang tidak melibatkan...
Dunia flora sering kali diidentikkan dengan kelopak bunga yang harum, keindahan warna-warni taman, serta rimbunnya pepohonan yang menyejukkan mata. Namun,...