Pemerintah kembali memberi sinyal akan menghadirkan stimulus baru untuk kendaraan listrik sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan industri otomotif berbasis listrik di Indonesia. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, jumlah penerima insentif kali ini akan jauh lebih besar dibandingkan rencana yang sempat disampaikan beberapa bulan sebelumnya. Pemerintah kini menargetkan 500 ribu motor listrik dan 500 ribu mobil listrik, sehingga total penerima stimulus mencapai 1 juta kendaraan. Informasi tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden.
Skema Insentif Masih Difinalisasi Pemerintah
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah saat ini masih menghitung besaran insentif yang akan diberikan. Salah satu skema yang sedang dibahas adalah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik.
“Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Ia menambahkan bahwa rincian program masih dibahas lintas kementerian sehingga pemerintah belum mengumumkan besaran insentif maupun syarat penerimanya. Pengumuman resmi akan disampaikan langsung oleh Presiden setelah seluruh perhitungan selesai dilakukan.
Rencana terbaru ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan wacana yang sempat muncul pada Mei 2026. Saat itu, pemerintah hanya mempertimbangkan pemberian insentif untuk sekitar 200 ribu kendaraan listrik, terdiri atas 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik. Kini kuota tersebut diperluas menjadi satu juta unit sebagai bagian dari strategi memperkuat konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Purbaya juga memberi sinyal adanya kemungkinan perlakuan berbeda terhadap kendaraan listrik berdasarkan jenis baterainya, termasuk baterai berbasis nikel dan baterai berbasis lithium. Namun hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk kebijakan tersebut karena masih dalam tahap pembahasan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, stimulus kendaraan listrik diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional. Program ini juga dinilai dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan mendukung transisi energi di Indonesia.
Pelaku industri otomotif kini menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai besaran insentif, syarat penerima, serta waktu mulai berlakunya program tersebut. Apabila sesuai jadwal, paket stimulus kendaraan listrik akan diumumkan dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan mendatang.
Referensi:
CNN Indonesia