Krisis Pascagempa Venezuela, Warga Menjarah Supermarket karena Kelangkaan Logistik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat tidak hanya menimbulkan kerusakan...
Read more
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengerahan kapal perang, pesawat angkut, helikopter, serta bantuan kemanusiaan senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,6 triliun untuk membantu penanganan gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela.
Berdasarkan informasi dari Komando Selatan Militer Amerika Serikat, langkah tersebut diambil setelah Venezuela diguncang dua gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), peristiwa itu tergolong sebagai fenomena gempa kembar atau doublet earthquake yang memicu kerusakan luas di kawasan pesisir Karibia.
Gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan mengakibatkan ratusan korban jiwa. Berdasarkan data dari otoritas Caracas, hingga Jumat (26/6/2026) sedikitnya 235 orang meninggal dunia, lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 200 orang lainnya masih diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut Komando Selatan Militer AS, pasukan Amerika akan memberikan dukungan bagi operasi pencarian dan penyelamatan korban di wilayah terdampak bencana.
Armada yang dikerahkan meliputi kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale, kapal tempur pesisir USS Billings, pesawat angkut C-17 Globemaster, C-130 Hercules, serta sejumlah helikopter untuk mempercepat distribusi logistik dan evakuasi korban.
Selain dukungan militer, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan paket bantuan kemanusiaan senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,6 triliun. Dana tersebut terdiri atas US$50 juta atau sekitar Rp899,3 miliar dalam bentuk hibah bilateral bagi organisasi kemanusiaan yang telah beroperasi di Venezuela, serta US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun sebagai kontribusi untuk dana kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berdasarkan keterangan Departemen Luar Negeri AS, bantuan tersebut akan disalurkan melalui berbagai organisasi kemanusiaan, antara lain World Vision, Samaritan’s Purse, Catholic Relief Services, International Medical Corps, International Organization for Migration, dan World Food Program.
Pemerintah AS juga mengirim Tim Respons Bantuan Bencana (DART) bersama dua tim pencarian dan penyelamatan perkotaan dari Fairfax County, Virginia, dan Los Angeles County, California, guna memperkuat operasi evakuasi di lokasi bencana.
“Kami menerapkan respons yang melibatkan seluruh jajaran pemerintah. Respons ini akan berskala besar, cepat, dan efektif,” kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, saat melakukan kunjungan ke Bahrain.
Marco Rubio juga menyatakan bahwa militer Amerika Serikat akan memainkan peran logistik yang besar dalam mendukung distribusi bantuan dan penanganan korban gempa di Venezuela.
Menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS, pemerintah Amerika terus berkoordinasi dengan otoritas Venezuela, organisasi kemanusiaan, serta sektor swasta untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat terdampak.
Langkah bantuan ini juga menjadi sorotan karena dilakukan di tengah membaiknya hubungan diplomatik antara Washington dan Caracas dalam beberapa bulan terakhir.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kenaikan harga produk Apple di pasar Asia memicu gelombang tekanan pada sektor teknologi. Tidak hanya berdampak pada konsumen, keputusan tersebut...
Cara masyarakat mengakses informasi terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya televisi dan situs berita menjadi sumber utama, kini media sosial justru...