Nafkah untuk Keluarga: Pengeluaran yang Berubah Menjadi Pahala
Bekerja Mencari Nafkah Bukan Sekadar Urusan Dunia Banyak orang setiap hari berangkat bekerja sejak pagi hingga petang. Mereka menghabiskan tenaga,...
Read more
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan keuangan. Ada yang membutuhkan biaya pengobatan, pendidikan, kebutuhan keluarga, atau keperluan mendesak lainnya.
Pada kondisi seperti ini, Islam mendorong umatnya untuk saling membantu. Salah satu bentuk bantuan yang sangat mulia adalah memberikan pinjaman kepada saudara yang sedang membutuhkan.
Berbeda dengan praktik riba yang bertujuan mencari keuntungan dari kesulitan orang lain, pinjaman dalam Islam seharusnya dilandasi niat membantu dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku melihat tertulis di pintu surga: sedekah dibalas sepuluh kali lipat, sedangkan memberi pinjaman dibalas delapan belas kali lipat.”
(HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Hadis ini menunjukkan besarnya pahala memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan.
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu hikmahnya adalah karena orang yang meminjam biasanya benar-benar membutuhkan bantuan. Sedangkan orang yang meminta sedekah belum tentu berada dalam kondisi yang sama.
Oleh karena itu, membantu saudara dengan pinjaman yang baik menjadi salah satu amal yang sangat dicintai Allah.
Ketika seseorang memberikan pinjaman tanpa tambahan keuntungan, ia sedang membantu meringankan beban saudaranya.
Ia tidak memanfaatkan kesulitan orang lain.
Ia tidak mengambil keuntungan dari kebutuhan saudaranya.
Sebaliknya, ia memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk bangkit dan menyelesaikan masalahnya.
Inilah salah satu bentuk ukhuwah Islamiyah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Islam tidak hanya menganjurkan memberi pinjaman, tetapi juga mendorong untuk memberikan kemudahan dalam pelunasannya.
Dari Buraidah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan sebelum jatuh tempo, maka setiap harinya ia mendapatkan pahala sedekah sesuai nilai pinjamannya.”
Dan ketika utang tersebut telah jatuh tempo lalu ia masih memberikan kelonggaran:
“Maka setiap harinya ia mendapatkan pahala sedekah dua kali lipat.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Betapa besar rahmat Allah kepada orang yang berlapang dada terhadap saudaranya yang sedang kesulitan.
Setiap hari penangguhan yang diberikan berubah menjadi pahala sedekah di sisi Allah.
Salah satu kesalahan yang banyak terjadi adalah menjadikan kebutuhan orang lain sebagai kesempatan meraih keuntungan melalui riba.
Padahal Islam sangat keras memperingatkan bahaya riba.
Alih-alih mendapatkan pahala membantu, pelaku riba justru terancam dengan dosa besar karena mengambil keuntungan dari kesulitan saudaranya.
Seorang muslim hendaknya memahami bahwa keuntungan terbesar bukanlah tambahan uang yang diperoleh dari pinjaman, melainkan pahala yang Allah siapkan bagi orang yang membantu sesama.
Harta yang bertambah karena riba mungkin terlihat menguntungkan di dunia.
Namun keuntungan tersebut bersifat sementara.
Sebaliknya, pahala membantu orang lain akan terus tersimpan hingga hari kiamat.
Ketika seseorang meminjamkan hartanya dengan ikhlas, ia sedang melakukan investasi akhirat yang nilainya jauh lebih besar daripada keuntungan materi yang sesaat.
Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap kebaikan yang dilakukan hamba-Nya.
Masyarakat yang saling membantu akan lebih kuat dan penuh keberkahan.
Ketika orang yang mampu membantu yang membutuhkan, maka kesenjangan sosial dapat diperkecil.
Ketika orang yang memiliki kelapangan memberikan pinjaman yang baik, maka banyak masalah dapat terselesaikan tanpa harus terjerumus ke dalam praktik riba.
Inilah salah satu keindahan ajaran Islam yang membangun kepedulian dan kasih sayang antar sesama.
Memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bukanlah sekadar transaksi keuangan, melainkan ibadah yang bernilai besar di sisi Allah.
Islam mengajarkan agar pinjaman diberikan dengan niat membantu, bukan mencari keuntungan dari kesulitan orang lain.
Bahkan pahala memberi pinjaman dan memberikan kelonggaran kepada orang yang kesulitan termasuk amalan yang sangat besar nilainya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan membantu sesama, dijauhkan dari praktik riba, dan diberikan rezeki yang halal, berkah, serta bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ibadah Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ibadah — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pasar memori komputer kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memperkirakan harga RAM akan terus mengalami tekanan hingga beberapa tahun ke...
Penerapan registrasi kartu SIM prabayar menggunakan teknologi face recognition akan mulai berlaku secara nasional pada 1 Juli 2026. Menjelang implementasi...