Jarum Suntik Berkarat di Bioskop Tua

Jangan pernah mengabaikan rasa tusukan kecil saat kamu duduk di kegelapan bioskop tua. Seseorang baru saja memberikan tiket masuk ke klub terkutuk.

Jangan pernah mengabaikan rasa tusukan kecil saat kamu duduk di kegelapan bioskop tua

BABAK I: SENGATAN KECIL DI BARISAN BELAKANG

Malam itu bising, pengap, dan dipenuhi aroma keringat yang bercampur dengan asap rokok murah. Aku tidak pernah menyukai tempat-tempat ramai, tetapi ajakan beberapa teman kuliah memaksaku untuk ikut mengantre di salah satu bioskop tua di pusat kota. Tempat itu terkenal murah, namun interiornya remang-remang dengan dinding yang mulai berjamur.

Kami mendapat kursi di barisan paling belakang, area yang hampir tidak terjangkau oleh sisa cahaya dari layar perak. Saat film dimulai, seluruh ruangan langsung tenggelam dalam kegelapan total. Aku menghempaskan tubuhku ke kursi beludru yang terasa sedikit lembap, mencoba menikmati alur cerita yang mulai bergulir.

Setengah jam berlalu ketika aku merasakan sensasi aneh di lengan kanan atas. Itu bukan rasa sakit yang hebat, melainkan sebuah sengatan kecil yang tajam, mirip seperti gigitan semut besar atau tusukan duri yang tidak sengaja. Aku refleks mengaduh pelit sambil mengusap lenganku, mengira ada serangga yang merayap di sela-sela kain kursi usang ini.

Namun, rasa perih itu tidak kunjung hilang, justru berubah menjadi rasa ngilu yang berdenyut pelan di bawah kulit. Aku meraba area yang sakit dan merasakan sesuatu yang basah. Ketika aku menarik jemariku, ada cairan kental yang terasa lengket di ujung jari.

BABAK II: SELAMAT DATANG DI KLUB KAMI

Rasa penasaran yang bercampur cemas membuatku nekat meraba ruang kosong di sisi kanan sandaran kursiku. Tanganku menyentuh selembar kertas kecil yang terselip di antara lipatan beludru, tepat di tempat lenganku bersandar beberapa menit yang lalu. Di dekatnya, jemariku menyenggol sebuah benda silinder kecil berbahan plastik keras yang dingin.

Baca Juga:  Misteri Gelang Merah di Rumah Sakit

Seketika itu juga, bulu kudukku berdiri tanpa alasan yang jelas. Jantungku mulai berdegup kencang, memompa rasa ngeri yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh. Aku segera merogoh kantong celana, mengeluarkan ponsel, dan menyalakan layar pencahayaan yang minim untuk melihat apa yang baru saja kusentuh.

Di atas sandaran kursi, tergeletak sebuah jarum suntik bekas dengan sisa darah mengering di ujungnya. Tepat di bawah alat medis itu, terdapat secarik kertas putih kusam dengan tulisan tangan menggunakan tinta merah yang berantakan.

Kalimat di kertas itu sangat singkat, namun cukup untuk membuat seluruh duniaku runtuh seketika: “Welcome to the AIDS club.”

Keringat dingin langsung membanjiri pelipisku saat membaca pesan laknat tersebut. Aku menoleh dengan panik ke arah koridor bioskop yang gelap gulita, mencari tahu siapa bajingan yang baru saja menancapkan benda itu ke tubuhku. Namun, di dalam keremangan itu, semua wajah penonton tampak sama, dingin, diam, dan terpaku pada layar.

Aku melangkah keluar dari ruangan itu dengan tubuh gemetar hebat dan rasa paranoid yang mencengkeram dada. Sekarang, setiap kali aku berjalan di tengah keramaian kota, aku selalu merasa ada seseorang yang mengawasiku dari belakang, siap berbisik di telingaku.

Apakah kamu juga sering merasa ada yang menusuk kulitmu saat berada di tempat gelap? Periksalah kursimu sekarang, karena mungkin saja, giliranmu untuk bergabung dengan kami telah tiba.

Baca Juga:  Misteri Rambu Jalan Terbengkalai di Kilometer Enam

📚 ️Baca Juga Seputar Misteri

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Misteri Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia misteri — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED