Odading Bandung yang Empuk, Harum, dan Bikin Nostalgia!

Mengenal odading khas Bandung lengkap dengan sejarah, resep odading empuk, tips mengembang sempurna, dan berbagai variasi menarik.

Resep Praktis Hemat yang Viral dan Selalu Bikin Nagih

Bandung memang terkenal sebagai surganya kuliner. Mulai dari makanan berat hingga camilan tradisional, kota ini selalu punya sajian yang berhasil mencuri perhatian. Salah satu jajanan khas yang kembali populer beberapa tahun terakhir adalah odading.

Bagi banyak orang, odading bukan sekadar camilan biasa. Aroma harum yang keluar saat baru matang, tekstur empuk di bagian dalam, serta rasa manis gurih yang pas mampu menghadirkan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan. Tak heran jika jajanan tradisional ini tetap bertahan di tengah gempuran berbagai makanan modern.

Menariknya, membuat odading ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur, kamu bisa menghadirkan camilan khas Bandung yang lembut dan mengembang sempurna untuk keluarga di rumah.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan odading, mulai dari sejarahnya yang unik hingga resep lengkap yang bisa langsung kamu praktikkan!

Mengenal Odading, Jajanan Legendaris Khas Bandung

Odading merupakan salah satu jajanan tradisional khas Bandung yang terbuat dari adonan tepung terigu, gula, ragi, telur, dan susu yang kemudian digoreng hingga mengembang.

Sekilas bentuknya memang mirip roti goreng atau donat tanpa lubang. Namun, ciri khas odading terletak pada bentuknya yang cenderung kotak atau persegi panjang dengan taburan wijen di bagian atasnya.

Saat digigit, bagian luar odading terasa sedikit renyah, sementara bagian dalamnya sangat empuk dan berongga. Perpaduan tekstur inilah yang membuat banyak orang ketagihan.

Selain dijual di pasar tradisional, odading juga mudah ditemukan di berbagai toko roti dan pusat jajanan khas Bandung.

Asal Usul Nama Odading yang Unik

Nama odading memang terdengar cukup unik dan berbeda dibandingkan makanan tradisional lainnya.

Menurut cerita yang beredar, nama “odading” berasal dari ucapan seorang anak Belanda yang melihat jajanan ini pada masa kolonial. Anak tersebut konon berkata “O dat ding!” yang berarti kurang lebih “Oh, benda itu!”.

Seiring waktu, masyarakat lokal kemudian menyebut jajanan tersebut sebagai odading.

Meski ada beberapa versi cerita mengenai asal-usulnya, satu hal yang pasti, odading telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Bandung yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kenapa Odading Kembali Viral?

Popularitas odading sempat kembali melejit setelah banyak konten kreator dan pecinta kuliner membagikan pengalaman mereka mencicipi jajanan legendaris ini.

Selain faktor nostalgia, banyak orang tertarik karena odading menawarkan rasa yang sederhana namun memuaskan. Di tengah tren makanan kekinian yang serba unik, odading justru hadir dengan cita rasa klasik yang membuat orang rindu suasana masa kecil.

Harganya yang relatif terjangkau juga menjadi alasan mengapa odading masih menjadi camilan favorit berbagai kalangan.

Resep Odading Bandung yang Empuk dan Mengembang

Jika ingin menikmati odading hangat kapan saja, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

Bahan-Bahan Odading

Siapkan bahan berikut:

  • 250 gram tepung terigu protein sedang
  • 40 gram gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan
  • ½ sendok teh garam
  • 1 butir telur
  • 120 ml susu cair atau air
  • 30 gram margarin atau butter
  • Wijen secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
Baca Juga:  Sosis Solo Isi Ayam Suwir, Camilan Gurih yang Bikin Ketagihan

Cara Membuat Odading yang Lembut dan Anti Gagal

1. Campurkan Bahan Kering

Masukkan tepung terigu, gula pasir, dan ragi instan ke dalam wadah besar. Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata.

2. Tambahkan Bahan Cair

Masukkan telur ke dalam campuran tepung. Tuangkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan mulai menyatu.

3. Uleni Hingga Kalis

Tambahkan margarin dan garam. Uleni adonan hingga teksturnya menjadi kalis, elastis, dan tidak mudah robek saat ditarik.

Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit tergantung teknik pengulenan.

4. Fermentasi Pertama

Tutup wadah menggunakan kain bersih atau plastik wrap.

Diamkan selama 45–60 menit hingga adonan mengembang dua kali lipat dari ukuran semula.

5. Bentuk Adonan

Setelah mengembang, kempiskan adonan untuk mengeluarkan udara.

Pipihkan adonan lalu potong berbentuk kotak atau persegi panjang sesuai selera.

6. Beri Taburan Wijen

Taburkan wijen pada permukaan adonan sambil ditekan perlahan agar menempel dengan baik.

7. Fermentasi Kedua

Diamkan kembali sekitar 10–15 menit agar adonan sedikit mengembang sebelum digoreng.

8. Goreng Hingga Matang

Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak.

Goreng odading menggunakan api sedang hingga mengembang sempurna dan berwarna kuning kecokelatan.

Balik satu kali saja agar hasilnya tetap cantik dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.

9. Tiriskan dan Sajikan

Angkat odading yang sudah matang lalu tiriskan.

Sajikan selagi hangat agar teksturnya tetap empuk dan aromanya semakin menggoda.

Tips Membuat Odading Mengembang Sempurna

Banyak orang gagal membuat odading karena adonan tidak mengembang dengan baik. Berikut beberapa tips yang wajib diperhatikan.

Gunakan Ragi yang Masih Aktif

Pastikan ragi belum kedaluwarsa dan masih aktif. Ragi yang tidak aktif akan membuat adonan sulit mengembang.

Jangan Terburu-buru Saat Fermentasi

Proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan tekstur empuk dan berongga.

Biarkan adonan mengembang hingga benar-benar mencapai dua kali lipat ukurannya.

Uleni Sampai Elastis

Semakin baik adonan diuleni, semakin bagus struktur gluten yang terbentuk.

Hasil akhirnya adalah odading yang lembut dan tidak bantat.

Gunakan Minyak yang Banyak

Metode deep frying membantu odading mengembang secara maksimal dan matang merata.

Jaga Suhu Minyak

Minyak yang terlalu dingin membuat odading menyerap banyak minyak.

Sebaliknya, minyak yang terlalu panas membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam masih mentah.

Variasi Odading Kekinian yang Bisa Dicoba

Meski versi klasik tetap menjadi favorit, odading juga bisa dikreasikan menjadi berbagai varian menarik.

Odading Cokelat

Tambahkan meses cokelat atau cokelat batang di bagian tengah adonan sebelum digoreng.

Odading Keju

Isi dengan keju parut atau keju mozzarella untuk sensasi gurih yang lebih kuat.

Baca Juga:  Batagor Bandung: Resep Gurih Renyah yang Bikin Kangen Jajanan Pinggir Jalan

Odading Gula Aren

Campurkan gula aren cair sebagai isian untuk menghasilkan rasa manis khas Nusantara.

Odading Pandan

Tambahkan pasta pandan pada adonan untuk memberikan warna hijau alami dan aroma yang lebih harum.

Odading Susu

Taburi gula halus dan susu bubuk setelah matang untuk menciptakan rasa ala bakery modern.

Kandungan Gizi dan Manfaat Odading

Meski termasuk camilan tradisional, odading tetap mengandung beberapa nutrisi yang bermanfaat.

Sumber Energi

Tepung terigu dan gula memberikan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi harian.

Mengandung Protein

Telur dan susu membantu menambah kandungan protein pada odading.

Memberikan Rasa Kenyang

Karbohidrat dan lemak dalam odading dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Namun, karena termasuk makanan yang digoreng, konsumsinya tetap perlu disesuaikan agar seimbang dengan pola makan sehat.

Keunggulan Odading Dibanding Camilan Modern

Di tengah maraknya camilan kekinian, odading tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Beberapa keunggulannya antara lain:

  • Bahan sederhana dan mudah ditemukan.
  • Proses pembuatan relatif mudah.
  • Harga lebih ekonomis.
  • Cocok dinikmati segala usia.
  • Memiliki nilai nostalgia yang kuat.
  • Cocok disajikan bersama teh atau kopi.

Tidak heran jika odading masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang dicari hingga sekarang.

Tanya Jawab Seputar Odading

1. Kenapa odading tidak mengembang saat digoreng?

Biasanya karena ragi sudah tidak aktif, adonan kurang kalis, atau proses fermentasi belum cukup lama.

2. Apakah odading bisa dibuat tanpa susu?

Bisa. Susu dapat diganti dengan air biasa meskipun aroma dan kelembutannya sedikit berbeda.

3. Berapa lama odading bisa disimpan?

Odading paling nikmat dikonsumsi pada hari yang sama. Namun dapat disimpan dalam wadah tertutup selama 1–2 hari.

4. Apakah odading bisa dipanggang?

Bisa, tetapi tekstur dan cita rasanya akan berbeda karena odading tradisional umumnya digoreng.

5. Tepung apa yang paling cocok untuk membuat odading?

Tepung terigu protein sedang merupakan pilihan terbaik karena menghasilkan tekstur yang empuk namun tetap kokoh.

Odading membuktikan bahwa jajanan tradisional tidak pernah kehilangan pesonanya. Dengan tekstur yang empuk, aroma harum yang menggoda, dan rasa manis gurih yang sederhana, camilan khas Bandung ini selalu berhasil menghadirkan kehangatan dan nostalgia dalam setiap gigitan.

Menariknya lagi, semua bahan yang dibutuhkan mudah ditemukan dan proses pembuatannya pun cukup sederhana. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Siapkan bahan-bahannya, ikuti langkah-langkahnya dengan teliti, dan nikmati sensasi odading hangat yang baru matang bersama keluarga tercinta. Siapa tahu, camilan sederhana ini justru menjadi favorit baru di rumahmu.

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED