Makhluk Pertama dari Balik Retakan, Rahasia Penjaga Taman Mulai Terungkap

Makhluk Pertama dari Balik Retakan

Dua mata merah itu tidak berkedip.

Mereka hanya menatap.

Diam.

Penuh rasa lapar.

Dalam kegelapan perpustakaan tua, cahaya merah tersebut terlihat seperti bara api yang menyala di antara rak-rak buku yang menjulang hingga langit-langit ruangan.

Kemudian jumlahnya bertambah.

Empat.

Delapan.

Belasan.

Puluhan.

Perempuan itu berdiri membeku.

Selama ribuan tahun menjaga langit, ia pernah melihat banyak makhluk yang tidak dikenal manusia. Namun ada sesuatu pada keberadaan di hadapannya yang terasa berbeda.

Makhluk-makhluk itu tidak memiliki kehadiran seperti makhluk hidup.

Mereka terasa seperti kesalahan.

Seolah sesuatu yang tidak seharusnya ada sedang memaksa dirinya masuk ke dalam dunia manusia.

Di sampingnya, pria tua itu masih berdiri tenang sambil memegang lentera.

Anehnya, ia sama sekali tidak terlihat terkejut.

Seolah pemandangan mengerikan di depannya hanyalah kejadian biasa.

“Kau mengenali mereka?” tanya perempuan itu pelan.

Pria tua tersebut menggeleng.

“Aku berharap tidak perlu melihat mereka lagi.”

Jawaban itu justru membuat suasana terasa semakin berat.

Dari balik rak buku, terdengar suara langkah menyeret.

Perlahan.

Tidak teratur.

Membuat bulu kuduk meremang.

Salah satu makhluk mulai keluar dari kegelapan.

Tubuhnya tinggi dan kurus.

Kulitnya berwarna abu-abu pucat seperti batu yang telah lama terkubur.

Tangannya terlalu panjang untuk ukuran manusia.

Jari-jarinya menyerupai ranting pohon yang mengering.

Namun bagian yang paling mengerikan adalah wajahnya.

Makhluk itu tidak memiliki mata.

Tidak memiliki hidung.

Tidak memiliki mulut.

Hanya permukaan kulit kosong yang retak-retak.

Dan di tengah kepalanya, terdapat satu cahaya merah yang berdenyut seperti jantung.

Perempuan itu mundur satu langkah.

Naluri lamanya berteriak bahwa makhluk tersebut berbahaya.

Sangat berbahaya.

Namun ada masalah yang jauh lebih besar.

Ia tidak lagi memiliki kekuatan langit.


 

Makhluk pertama itu berhenti beberapa meter di depan mereka.

Lalu yang lain mulai bermunculan.

Satu demi satu.

Baca Juga:  Hari Ketika Langit Kehilangan Penjaganya, Awal Perjalanan Sang Abadi Menjadi Manusia

Keluar dari lorong-lorong rak buku.

Jumlah mereka semakin banyak.

Ruangan yang sebelumnya sunyi kini dipenuhi suara gesekan kaki dan bisikan aneh yang terdengar seperti puluhan suara berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal.

Pria tua itu menghela napas panjang.

“Kita kehabisan waktu.”

“Mereka itu apa?”

Pria tersebut tidak langsung menjawab.

Matanya tetap tertuju ke arah para makhluk.

Kemudian ia berkata pelan.

“Mereka disebut Pengembara Celah.”

Nama itu terdengar asing.

Bahkan bagi seseorang yang pernah hidup selama ribuan tahun.

“Mereka berasal dari luar dunia.”

Perempuan itu menoleh cepat.

“Luar dunia?”

Pria tua tersebut mengangguk.

“Dulu mereka pernah mencoba masuk ke langit.”

Jantung perempuan itu berdegup lebih cepat.

Ingatan lama yang terkubur jauh di dalam pikirannya mulai muncul kembali.

Bukan ingatan yang lengkap.

Hanya serpihan-serpihan kecil.

Perang besar.

Langit yang terbakar.

Gerbang raksasa.

Dan sesuatu yang disegel.

Sesuatu yang begitu berbahaya hingga keberadaannya hampir dihapus dari sejarah.


Makhluk paling depan tiba-tiba bergerak.

Cepat.

Jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dalam satu lompatan, ia sudah berada di hadapan mereka.

Perempuan itu refleks mengangkat tangan.

Tidak ada cahaya.

Tidak ada kekuatan.

Namun sesuatu tetap terjadi.

Udara di sekitarnya bergetar.

Sebuah gelombang tak terlihat menghantam makhluk tersebut hingga terpental ke rak buku di belakangnya.

Puluhan buku tua berjatuhan ke lantai.

Ruangan kembali sunyi.

Perempuan itu menatap tangannya sendiri.

Terkejut.

Ia yakin seluruh kekuatannya telah hilang.

Namun barusan sesuatu keluar dari dirinya.

Sangat kecil.

Sangat lemah.

Tetapi nyata.

Pria tua itu tersenyum tipis.

“Nah. Itu baru lebih masuk akal.”

“Apa maksudnya?”

“Tidak mungkin seorang penjaga langit kehilangan semuanya.”

Perempuan itu ingin bertanya lebih jauh.

Namun makhluk-makhluk lain mulai bergerak bersamaan.

Puluhan cahaya merah menyala dalam kegelapan.

Dan mereka semua mengarah kepada satu target.

Dirinya.


Tiba-tiba lentera di tangan pria tua itu bersinar jauh lebih terang.

Baca Juga:  Penjaga Taman yang Mengetahui Rahasia Langit, Awal Munculnya Ancaman dari Celah Dunia

Cahaya keemasan memenuhi ruangan.

Rak-rak buku.

Dinding batu.

Debu di udara.

Semuanya bermandikan cahaya hangat.

Makhluk-makhluk itu langsung berhenti.

Mereka tampak ketakutan.

Untuk pertama kalinya.

Perempuan itu memandang pria tua tersebut.

Lentera yang dipegangnya kini terlihat berbeda.

Di permukaannya muncul simbol yang sama dengan simbol langit yang ada di dinding perpustakaan.

Dan simbol itu menyala.

“Siapa sebenarnya Anda?”

Pria tua itu tertawa kecil.

Sudah untuk kesekian kalinya ia menghindari pertanyaan tersebut.

Namun kali ini berbeda.

Kali ini ia menjawab.

“Dulu aku pernah menjaga sebuah gerbang.”

Perempuan itu membeku.

Karena hanya ada satu gerbang yang cukup penting untuk dijaga selama ribuan tahun.

Gerbang Segel.

Gerbang yang memisahkan dunia dengan sesuatu yang berada di balik celah.

Tiba-tiba seluruh bangunan bergetar hebat.

Rak-rak buku berguncang.

Langit-langit tua mulai runtuh.

Suara retakan terdengar dari luar.

Lebih keras dibanding sebelumnya.

Pria tua itu langsung menoleh ke atas.

Wajahnya yang selama ini tenang berubah serius.

Sangat serius.

“Itu tidak mungkin…”

“Apa yang terjadi?”

Pria tua tersebut memandang ke arah jendela.

Kemudian berkata dengan suara pelan.

“Retakannya baru saja membesar.”

Perempuan itu segera melihat keluar.

Dan napasnya tertahan.

Di atas langit kota.

Membelah awan malam.

Kini terbuka sebuah celah raksasa yang memancarkan cahaya merah gelap.

Sementara dari dalam celah tersebut, sesuatu yang ukurannya jauh lebih besar daripada seluruh bangunan di bawahnya mulai bergerak.

(Bersambung…)

PREVIEW EPISODE BERIKUTNYA

Celah di langit akhirnya terbuka. Saat makhluk raksasa mulai muncul dari balik retakan, masa lalu sang penjaga langit perlahan kembali menghantuinya.

📚 ️Baca Juga Seputar Novel

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Novel Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia novel — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

No Content Available

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED