Jangan Asal Pilih, Ini Alasan Orang Tua Wajib Memahami Komposisi Susu Formula
Kesadaran orang tua terhadap pentingnya asupan gizi bagi anak terus meningkat. Kini, semakin banyak keluarga yang tidak hanya melihat merek...
Read more
Gelombang tsunami terpantau di tiga wilayah Indonesia setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6). Data pemantauan menunjukkan tinggi gelombang yang terukur masih berada di bawah 0,2 meter, namun fenomena tersebut menjadi bukti bahwa dampak gempa besar di negara tetangga dapat menjalar hingga wilayah Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami telah tercatat di tiga lokasi berbeda, yakni Kedi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kemudian Ulu Sia di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, serta Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Menurut Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG, gelombang tsunami telah terdeteksi melalui alat pemantauan yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
“Tsunami sudah tercatat di 3 lokasi,” kata Nelly Florida Riama dalam jumpa pers virtual, Senin (8/6).
Data BMKG menunjukkan bahwa gelombang tsunami pertama terdeteksi di Kedi, Maluku Utara, pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian sekitar 0,09 meter. Selanjutnya, tsunami juga terukur di Ulu Sia, Sulawesi Utara, pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi gelombang mencapai 0,18 meter.
Pada waktu yang hampir bersamaan, tsunami juga tercatat di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan ketinggian 0,19 meter, menjadi yang tertinggi dari tiga lokasi yang terpantau.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, data pemantauan tersebut berbunyi, “Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07:20 WIB) 0.09 m, Ulu Siau (07:27 WIB) 0.18 m, Melonguane (07:27 WIB) 0.19 m.”
Gempa bumi yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, memicu peringatan tsunami di sejumlah kawasan yang berada di sekitar Laut Filipina dan perairan timur Indonesia. Meski tinggi gelombang yang terukur di Indonesia relatif kecil, BMKG tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak ada peningkatan signifikan yang dapat membahayakan masyarakat pesisir.
Wilayah yang mencatat gelombang tsunami berada di kawasan yang berhadapan langsung dengan perairan terbuka di bagian timur Indonesia. Kondisi geografis tersebut membuat daerah-daerah tersebut menjadi salah satu lokasi yang paling cepat menerima dampak rambatan gelombang dari aktivitas seismik di kawasan Pasifik Barat.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara, untuk tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. Pemantauan terhadap perubahan muka laut dan aktivitas pascagempa terus dilakukan guna memastikan kondisi tetap aman.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kesadaran orang tua terhadap pentingnya asupan gizi bagi anak terus meningkat. Kini, semakin banyak keluarga yang tidak hanya melihat merek...
Kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) terus menjadi perhatian publik. Di tengah perkembangan penyidikan...