IHSG Anjlok Hampir 4 Persen, Ratusan Saham Kompak Melemah

IHSG melemah hampir 4 persen pada perdagangan Senin pagi. Ratusan saham terkoreksi di tengah derasnya aksi jual asing di pasar modal. (Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza)

IHSG melemah hampir 4 persen pada perdagangan Senin pagi

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan besar sejak awal perdagangan pekan ini, Senin (18/5/2026). Bursa saham Indonesia dibuka di zona merah dan terus bergerak melemah hingga mendekati level 6.400.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business pada pukul 09.41 WIB, IHSG tercatat turun 3,66 persen ke level 6.476,91. Tak lama berselang, tekanan jual semakin dalam hingga indeks saham utama Indonesia itu menyentuh level 6.452,97 atau terkoreksi sekitar 4,02 persen.

Posisi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan level pembukaan perdagangan di angka 6.631,28. Pelemahan tajam ini membuat mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah.

Menurut data perdagangan pasar modal, volume transaksi yang tercatat sejak awal perdagangan mencapai 10,25 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp5,59 triliun. Sementara total saham yang diperdagangkan mencapai 832.322 lot.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan pagi ini, hanya 86 saham yang berhasil menguat. Sebaliknya, sebanyak 590 saham melemah dan 61 saham lainnya stagnan.

Tekanan besar pada IHSG terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arus keluar dana asing dari pasar saham domestik. Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, aksi jual bersih atau net foreign sell masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi Jual Asing dan Sentimen Global Tekan Pasar Saham

Pelemahan IHSG kali ini juga terjadi setelah pengumuman dari dua penyedia indeks saham global, yakni MSCI dan FTSE Russell pada Rabu (13/5/2026). Pada hari yang sama, IHSG sempat terkoreksi 1,98 persen ke level 6.723,32.

Menurut data pasar modal, aksi jual bersih investor asing pada perdagangan tersebut mencapai Rp1,53 triliun. Angka itu sekaligus memperdalam total net foreign sell sepanjang tahun 2026 menjadi sekitar Rp40,82 triliun.

Tekanan jual dari investor asing dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan pasar saham Indonesia. Kondisi ini diperparah oleh sentimen global yang masih dipenuhi ketidakpastian, termasuk penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Menguatnya dolar AS membuat investor global cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Dampaknya, pasar saham negara berkembang termasuk Indonesia mengalami tekanan cukup besar.

Selain itu, kenaikan yield obligasi pemerintah AS atau US Treasury juga ikut memengaruhi arus modal asing di pasar keuangan domestik. Investor cenderung memilih instrumen dengan imbal hasil lebih stabil dibandingkan aset berisiko seperti saham.

Sejumlah analis pasar menilai volatilitas IHSG masih berpotensi tinggi dalam jangka pendek seiring derasnya sentimen eksternal dan tekanan global terhadap pasar keuangan.

Referensi:
Detik Finance

📚 ️Baca Juga Seputar Keuangan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED