Pertumbuhan Cloud Microsoft Tertinggal, Amazon dan Google Melaju Lebih Cepat

Pertumbuhan cloud Microsoft masih kalah cepat dari Amazon dan Google meski investasi AI terus meningkat. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Pertumbuhan cloud Microsoft masih kalah cepat dari Amazon dan Google meski investasi AI terus meningkat

Perusahaan teknologi global Microsoft terus meningkatkan investasi di bidang cloud dan kecerdasan buatan atau AI. Namun, pertumbuhan bisnis cloud perusahaan ini dinilai masih belum mampu menyaingi laju pesaing utamanya seperti Amazon dan Google.

Menurut pernyataan perusahaan, pendapatan dari layanan cloud Azure diperkirakan akan tumbuh sekitar 40 persen pada kuartal berjalan. Chief Financial Officer Microsoft, Amy Hood, menyebutkan bahwa pertumbuhan ini diproyeksikan akan mengalami percepatan moderat pada paruh kedua tahun kalender 2026.

Investasi Besar AI dan Tantangan Infrastruktur

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Microsoft mengalokasikan belanja modal besar yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan pusat data. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$190 miliar atau sekitar Rp3.135 triliun hingga akhir Desember.

Menurut Amy Hood, langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan oleh layanan AI dan cloud.

“Kami berusaha sebaik mungkin untuk dapat merealisasikan hal hal ini secepat mungkin,” kata Amy Hood.

Meski begitu, Microsoft menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan pelanggan karena kapasitas pusat data yang belum sepenuhnya siap.

Pada kuartal fiskal ketiga yang berakhir Maret, Azure mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 39 persen setelah disesuaikan dengan fluktuasi mata uang. Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis yang berada di kisaran 38 persen.

Namun, berdasarkan laporan analis, pesaing seperti Amazon dan Google menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat di sektor cloud. Hal ini dinilai kurang menguntungkan bagi momentum AI Microsoft.

Selain itu, saham Microsoft juga mengalami tekanan. Sepanjang tahun ini, nilai saham perusahaan tercatat turun sekitar 12 persen, dipengaruhi kekhawatiran terkait adopsi layanan AI Copilot yang masih terbatas.

Menurut data perusahaan, hanya sekitar 3 persen pengguna korporat yang menggunakan layanan berbayar Copilot pada kuartal sebelumnya. Namun, jumlah pelanggan kini meningkat menjadi sekitar 20 juta pengguna, naik dari 15 juta pada periode sebelumnya.

Chief Executive Officer Microsoft, Satya Nadella, menyebut bisnis AI perusahaan terus berkembang pesat. Ia mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan dari sektor AI telah melampaui US$37 miliar atau sekitar Rp610 triliun, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Kami sedang melakukan pekerjaan dasar untuk memperkuat keterlibatan di seluruh platform,” kata Satya Nadella.

Sementara itu, penjualan produk Office Microsoft pada kuartal ketiga tercatat tumbuh 17 persen menjadi US$35 miliar atau sekitar Rp577 triliun, sedikit di atas ekspektasi analis.

Di sisi lain, pendapatan dari beberapa lini bisnis lain seperti Xbox, Windows, dan perangkat justru mengalami penurunan pada periode yang sama.

Dengan kondisi tersebut, Microsoft terus mempercepat investasi di sektor cloud dan AI untuk menjaga daya saing di tengah persaingan ketat industri teknologi global.

Referensi:
BloombergTechnoz

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026

. Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED