Telkom University Gandeng Kaspersky Hadirkan Kompetisi HackNusa Tingkat Nasional
Telkom University bersama Kaspersky resmi membuka pendaftaran HackNusa - From Ideas to Impact, sebuah kompetisi hackathon keamanan siber tingkat nasional...
Read more
OpenAI kembali menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan fitur Workspace Agents di layanan ChatGPT. Fitur ini membawa perubahan besar karena membuat ChatGPT tidak lagi sekadar chatbot, tetapi juga menjadi platform otomasi kerja berbasis kecerdasan buatan.
Berdasarkan penjelasan dari OpenAI, Workspace Agents dirancang untuk membantu pengguna, terutama di lingkungan bisnis dan organisasi, dalam menyelesaikan berbagai tugas kompleks secara otomatis. Fitur ini saat ini tersedia dalam tahap research preview untuk pengguna ChatGPT Business, Enterprise, Edu, dan Teachers.
Berbeda dengan fungsi ChatGPT sebelumnya yang hanya merespons percakapan, Workspace Agents mampu menjalankan tugas multi step secara mandiri. Artinya, pengguna tidak perlu terus menerus memberikan perintah karena sistem dapat bekerja secara otomatis di cloud.
Agen AI ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menyusun laporan, menulis kode, hingga membalas pesan. Bahkan, tugas tetap berjalan di latar belakang meskipun pengguna tidak sedang aktif menggunakan aplikasi.

Workspace Agents disebut sebagai evolusi dari fitur custom GPT yang sebelumnya telah diperkenalkan. Jika custom GPT berfungsi sebagai chatbot dengan peran tertentu, fitur baru ini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kemampuan otomasi dan integrasi lintas aplikasi.
Menurut OpenAI, agen ini dapat terhubung dengan berbagai alat kerja seperti Slack dan Gmail. Dengan integrasi tersebut, AI dapat memahami konteks pekerjaan tim dan menjalankan tugas sesuai alur kerja yang telah ditentukan.
Workspace Agents dibangun menggunakan teknologi Codex, yang memungkinkan AI menjalankan proses kerja panjang dan kompleks secara berkelanjutan. Pendekatan ini membuat ChatGPT tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu mengeksekusi pekerjaan secara end to end.
Selain itu, fitur ini juga mendukung penggunaan secara kolaboratif. Satu agen dapat dibuat untuk digunakan bersama dalam tim dan terus disesuaikan sesuai kebutuhan organisasi. Dengan konsep ini, AI berperan sebagai anggota tim digital yang membantu meningkatkan produktivitas kerja.
Berdasarkan informasi tambahan, pengguna nantinya juga dapat mengonversi custom GPT yang sudah ada menjadi Workspace Agents. Hal ini memungkinkan transisi yang lebih mudah tanpa perlu membangun sistem dari awal.
Inovasi ini sejalan dengan tren pengembangan AI agents yang kini semakin berkembang, di mana kecerdasan buatan tidak hanya berfungsi menjawab pertanyaan, tetapi juga mengambil tindakan nyata dalam berbagai sistem kerja.
Referensi:
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Langit tidak selalu menjadi milik Zeus. Kalimat itu hampir tidak pernah dituliskan dalam gulungan-gulungan kuno para penyair Yunani. Sebagian besar...
Tidak ada yang pernah membayangkan bahwa akhir sebuah kota akan diawali oleh terbitnya matahari. Selama lebih dari tiga abad, Veyrion...