Blokade Laut AS ke Iran Berlanjut, Setiap Kapal Dipantau Ketat

AS terus memblokade pelabuhan Iran dan memantau setiap kapal. Ketegangan meningkat dengan ancaman penutupan Selat Hormuz. (Foto: Altaf Qadri/AP/dpa)

AS terus memblokade pelabuhan Iran dan memantau setiap kapal

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS menegaskan akan terus memberlakukan blokade maritim di wilayah pelabuhan Iran. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.

Menurut Kepala Komando Pusat Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper, pasukan AS di kawasan Timur Tengah akan tetap mengawasi seluruh aktivitas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. “Kami mengawasi setiap kapal Iran di setiap pelabuhan,” kata Cooper dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan bahwa blokade tersebut dapat dipertahankan selama diperlukan. Berdasarkan data dari militer AS, sejak kebijakan ini diberlakukan, sejumlah kapal yang mencoba melintas akhirnya memilih kembali setelah mendapat peringatan.

Cooper menyebut setidaknya ada 19 kapal yang sempat mencoba melanggar blokade. Namun, seluruhnya berbalik arah tanpa berhasil melewati pengawasan militer. “Tidak ada kapal yang telah atau akan menghindari pasukan AS,” ujarnya.

Meski demikian, beberapa kapal masih menjadi perhatian khusus dan terus dipantau secara ketat, baik di dalam maupun di luar wilayah blokade.

Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Di sisi lain, pemerintah Iran memberikan respons tegas terhadap kebijakan tersebut. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa negaranya tidak akan segan menutup kembali Selat Hormuz jika blokade terus berlanjut.

“Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ghalibaf dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Iran sempat membuka Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas selama gencatan senjata di kawasan. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa blokade tetap akan diberlakukan hingga tercapai kesepakatan penuh antara kedua negara.

Selat Hormuz sendiri memiliki peran sangat strategis dalam perdagangan energi global. Jalur ini menjadi lintasan utama bagi sekitar seperlima distribusi minyak mentah dan gas alam cair dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi pasar energi internasional secara signifikan.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan antara AS dan Iran masih jauh dari mereda. Blokade maritim yang diberlakukan tidak hanya berdampak pada hubungan kedua negara, tetapi juga berpotensi memicu efek domino terhadap stabilitas ekonomi global.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED