Anak Sulit Lepas dari Gadget? Pakar Bagikan Langkah yang Tepat untuk Orang Tua
Penggunaan gadget kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Di balik manfaatnya sebagai sarana belajar dan hiburan,...
Read more
Fenomena weekend warrior, yaitu orang yang hanya berolahraga berat di akhir pekan, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Meski terlihat aktif, pola olahraga seperti ini justru berpotensi meningkatkan risiko cedera tulang belakang dan saraf kejepit.
Kasus cedera punggung yang dialami atlet profesional seperti Viktor Axelsen sering dianggap wajar karena intensitas latihan yang tinggi. Namun, risiko serupa ternyata juga bisa terjadi pada masyarakat umum yang jarang bergerak, lalu tiba tiba berolahraga berat di akhir pekan.
Menurut dr Faisal M, SpBS, dokter bedah saraf dari RS Lamina Jakarta Selatan, pola olahraga yang tidak konsisten justru lebih berbahaya bagi tulang belakang.
“Orang yang nggak pernah olahraga, terus sekalinya olahraga, itu lebih rentan terkena masalah di tulang belakangnya,” kata dr Faisal.
Ia menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan adaptasi secara bertahap. Otot yang tidak terlatih akan kesulitan menopang beban berat secara tiba tiba, sehingga tekanan pada tulang belakang menjadi lebih besar dan berisiko menimbulkan cedera.
Sebaliknya, olahraga yang dilakukan secara rutin akan membuat otot semakin kuat dan mampu menopang tubuh dengan lebih baik. Dengan begitu, beban pada tulang belakang menjadi lebih ringan dan risiko cedera bisa ditekan.
Meski atlet profesional juga bisa mengalami cedera, penyebabnya berbeda. Pada atlet, cedera biasanya terjadi akibat beban latihan yang sangat tinggi dan berulang dalam jangka waktu lama. Benturan kecil yang terjadi terus menerus bisa menyebabkan keausan pada bantalan tulang belakang.
“Jadi kalau ada benturan benturan kecil tapi berulang, nah itu bisa berisiko,” jelas dr Faisal.
Sementara pada weekend warrior, masalah muncul karena tubuh dipaksa bekerja di luar kapasitasnya dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk memahami batas kemampuan tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik berat.
Dr Faisal juga mengingatkan agar masyarakat lebih peka terhadap gejala awal gangguan tulang belakang. Salah satu tanda yang paling umum adalah nyeri di bagian pinggang.
“Yang pertama nyeri pinggang. Ada nyeri, rasa nyerinya bisa di pinggang, atau menjalar ke bagian tubuh tertentu. Bisa ke pantat, ke paha, ke betis,” ujarnya.
Selain nyeri, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kesemutan pada kaki atau betis. Jika keluhan ini muncul berulang atau semakin parah, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pola olahraga yang aman bukan hanya soal intensitas, tetapi juga konsistensi. Melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang secara rutin dinilai jauh lebih efektif dalam menjaga kesehatan tulang dan otot dibandingkan olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Jagat teknologi kembali diramaikan oleh beredarnya foto yang diklaim sebagai bocoran iPhone 18. Gambar tersebut memperlihatkan kemasan perangkat dengan desain...