Anthropic Tahan Rilis AI Mythos karena Risiko Keamanan Siber Tinggi
Perusahaan teknologi Anthropic memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Mythos, namun dengan keputusan yang tidak biasa. Alih-alih merilisnya secara luas,...
Read more
Perusahaan teknologi OpenAI resmi memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT-5.4-Cyber pada Selasa, 14 April 2026. Model ini menjadi AI flagship yang dirancang khusus untuk kebutuhan keamanan siber atau cybersecurity.
Kehadiran GPT-5.4-Cyber sekaligus menandai langkah serius OpenAI dalam menghadirkan solusi berbasis AI untuk membantu profesional mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman digital.
Menurut penjelasan resmi OpenAI, model ini merupakan pengembangan dari GPT-5.4 yang telah melalui proses penyesuaian khusus atau fine-tuning agar lebih optimal dalam menangani tugas keamanan siber.
Berdasarkan data dari OpenAI, GPT-5.4-Cyber memiliki kemampuan unggulan dalam mendeteksi celah keamanan, termasuk melalui teknik Binary Reverse Engineering.
Teknik ini memungkinkan AI untuk menganalisis perangkat lunak dalam bentuk file yang sudah jadi atau compiled tanpa perlu mengakses kode sumber asli. Dengan kemampuan ini, potensi malware atau kelemahan sistem dapat diidentifikasi secara lebih efisien.
Kemampuan tersebut dinilai sangat penting dalam dunia keamanan digital, terutama untuk menguji ketahanan suatu sistem terhadap serangan siber.
Namun, OpenAI juga mengakui bahwa teknologi ini memiliki sensitivitas tinggi. Jika disalahgunakan, AI tersebut berpotensi digunakan untuk tujuan yang merugikan, seperti membobol sistem keamanan.
Karena itu, akses terhadap GPT-5.4-Cyber saat ini masih sangat terbatas. OpenAI hanya memberikan akses awal kepada vendor keamanan siber, organisasi, serta peneliti yang telah melalui proses verifikasi.
Selain itu, OpenAI juga memperluas program Trusted Access for Cyber (TAC) yang sebelumnya diperkenalkan pada Februari 2026. Program ini bertujuan memberikan akses bertahap kepada individu dan tim yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan perangkat lunak penting.
Program TAC kini memiliki beberapa tingkatan akses. Pengguna yang berhasil mencapai level tertinggi akan mendapatkan akses penuh ke GPT-5.4-Cyber, termasuk kemampuan untuk menangani tugas sensitif seperti analisis kerentanan sistem.
Untuk bisa bergabung, pengguna individu harus melewati proses verifikasi identitas. Sementara itu, perusahaan dapat mengajukan permohonan melalui perwakilan resmi OpenAI.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah GPT-5.4-Cyber akan dirilis secara luas untuk publik.
Kehadiran teknologi ini juga menempatkan OpenAI dalam persaingan langsung dengan perusahaan lain di bidang AI, yang sebelumnya telah merilis model serupa untuk keamanan siber.
Referensi:
KompasTekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pelecehan terhadap karyawati toko ponsel di kawasan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, yang...
Fenomena weekend warrior, yaitu orang yang hanya berolahraga berat di akhir pekan, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap...